Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor Jawa Timur sepanjang Januari-Maret 2026 mengalami penurunan 1 persen dibandingkan periode sama 2025 yaitu dari 6,13 miliar dolar AS menjadi 6,07 miliar dolar AS.
"Ini sejalan dengan nilai ekspor nonmigas sebesar 5,94 miliar dolar AS yang juga mengalami penurunan 0,75 persen," kata Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur Debora Sulistya Rini dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Senin.
Penurunan nilai ekspor Januari-Maret 2026 dibandingkan periode sama tahun lalu disebabkan oleh penurunan ekspor nonmigas yang sebesar 0,75 persen yaitu dari 5,98 miliar dolar AS menjadi 5,94 miliar dolar AS dengan ekspor migas juga turun cukup tajam sebesar 10,96 persen dari 150,47 juta dolar AS menjadi 133,98 juta dolar AS.
Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 20,38 persen menjadi 109,28 juta dolar AS dan ekspor gas yang turun 3,09 persen menjadi 0,05 juta dolar AS.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-Maret 2026, penurunan terdalam terjadi pada komoditas perhiasan/permata (HS 71) sebesar 11,60 persen dibandingkan periode sama 2025 menjadi 675,43 juta dolar AS dengan mayoritas diekspor ke Swiss 168,20 juta dolar AS.
Selanjutnya adalah kayu dan barang dari kayu (HS 44) yang turun 10,8 persen menjadi 415,56 juta dolar AS mayoritas diekspor ke Jepang 85,08 juta dolar AS sedangkan komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) naik dengan nilai ekspor terbesar yaitu sebesar 17,64 persen menjadi 620,13 juta dolar AS paling banyak diekspor ke negara Tiongkok 280,50 juta dolar AS.
Kemudian komoditas bahan kimia organik (HS 29) naik 11,34 persen diikuti tembaga (HS 74) naik 10,38 persen menjadi 592,93 juta dolar AS dengan HS 29 paling banyak diekspor ke Tiongkok 115,76 juta dolar AS dan HS 74 juga mayoritas diekspor ke Tiongkok dengan nilai 175,58 juta dolar AS.
Selama periode Januari-Maret 2026, ekspor dari sepuluh golongan barang (HS 2 digit) di atas memberikan kontribusi 63,48 persen terhadap total ekspor nonmigas.
Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang tersebut naik 1,36 persen dibandingkan periode yang sama 2025 karena sebagian komoditas ekspor utama Jawa Timur mengalami kenaikan terutama komoditas lemak dan minyak hewan/nabati dengan peranan terbesar kedua.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.