Surabaya salah satu contoh untuk kota lain bagaimana mengembangkan fans-nya
Surabaya (ANTARA) - Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah menyebut Surabaya menjadi salah satu kota terbaik dalam pengembangan pasar bola basket nasional pada musim kompetisi 2025/2026 melalui format kandang dan tandang yang kembali diterapkan.
“Surabaya tidak diragukan lagi. Kami melihat dampak format home and away dari penjualan jersey, penjualan tiket, hingga loyalitas penonton dan Surabaya menjadi salah satu yang terbaik,” kata Junas setelah melihat pertandingan Pacific Caesar melawan Hangtuah Jakarta di Gor Pacific Caesar Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan, laga terakhir di Surabaya juga mencatatkan tingkat keterisian penonton yang tinggi dan menjadi indikator kuat bahwa basis pendukung bola basket di Kota Pahlawan terus berkembang.
Baca juga: Jadwal IBL 2026
Menurut dia, Surabaya bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam membangun keterikatan suporter dengan klub secara berkelanjutan.
“Gim terakhir kemarin juga penuh. Surabaya salah satu contoh untuk kota lain bagaimana mengembangkan fans-nya,” kata Junas.
Junas mengatakan, format kandang dan tandang memberi dampak positif tidak hanya terhadap pertandingan, tetapi juga terhadap penguatan identitas klub di daerah masing-masing.
Ia menilai sistem tersebut mendorong klub tidak sekadar fokus pada pertandingan di lapangan, tetapi juga berperan aktif dalam mengembangkan basket di kotanya.
“Kami yakin kalau format ini konsisten dan ini terbukti di semua negara, home and away merupakan jalan bagaimana basket bisa berkembang,” tuturnya.
Baca juga: Campus League dorong ekosistem basket kampus di Indonesia
Ia mengakui, jika perubahan format dari sistem seri yang diterapkan sejak 2023 menuju kandang dan tandang itu, memang menghadirkan tantangan tersendiri terutama dalam penyesuaian operasional tim.
Meski demikian, pihaknya menilai tantangan tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi menuju kompetisi yang lebih profesional.
“Memang tidak mudah, sampai sekarang ini masih menjadi tantangan untuk kami, tapi hal ini juga bukan kendala yang berarti,” ujar Junas.
Baca juga: CBB Jember turunkan atlet terbaik di Liga Jatim 2026
Baca juga: Pelatih Ubaya nilai tim perlu berbenah meski menang 105-19 atas Unibraw
Baca juga: Dirut Pacific Caesar nilai komposisi tim lebih matang di IBL 2026
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.