Moskow (ANTARA) - Iran hanya bersedia membahas program nuklir jika telah ada kesepakatan atas isu lain, termasuk pencabutan blokade AS di Selat Hormuz serta penghentian perang di Iran dan Lebanon, menurut laporan Sputnik, Minggu, dengan mengutip Axios.

Sebelumnya, media Iran melaporkan rencana penyelesaian damai Teheran dengan Amerika Serikat dan Israel terdiri atas 14 poin, termasuk pembayaran ganti rugi kepada Iran dan pembentukan "mekanisme baru" pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, usulan Iran itu menetapkan tenggat satu bulan bagi perundingan untuk membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut AS, serta menghentikan perang di Iran dan Lebanon.

Setelah kesepakatan atas isu-isu itu tercapai, barulah akan dimulai tambahan satu bulan perundingan untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir.

Dalam wawancara dengan RIA Novosti, Duta Besar (Dubes) Iran untuk Rusia Kazem Jalali mengatakan pemerintahnya, berdasarkan doktrin keamanan dan fatwa pemimpin tertinggi, telah berulang kali menyatakan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dan program nuklirnya bersifat damai.

AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang. AS dan Iran kemudian menyatakan gencatan senjata pada 8 April.

Namun, perundingan lanjutan di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa hasil. AS pun memulai blokade terhadap pelabuhan Iran. Para mediator saat ini berupaya mengatur putaran baru perundingan damai.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta: Anton Santoso
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026