Semua peserta mencapai konsensus bahwa pembicaraan penting Presiden Xi Jinping memiliki wawasan jauh ke depan dan penuh perasaan yang tulus

Surabaya (ANTARA) - Pada tanggal 28 April, kalangan komunitas Tionghoa Surabaya, Indonesia menyelenggarakan seminar yang bertema “Mewujudkan Reunifikasi Kedua Tepi Selat Taiwan, Menciptakan Bersama Revitalisasi Bangsa Tionghoa”. 

Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya Ye Su hadir dan menyampaikan pidato. Acara dihadiri oleh lebih dari 20 orang perwakilan, antaranya dari Perkumpulan Perdamaian Indonesia Tionghoa, Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok Jawa Timur, Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia Jawa Timur, Yayasan Pintu Mas, Universitas Kristen Petra Surabaya dan lain-lain. Wakil Konsul Jenderal Tan Dayou dan Liu Yi juga hadir dalam acara tersebut.

Para peserta secara antusias membahas pembicaraan penting yang disampaikan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuannya dengan Cheng Li-wun, Ketua Partai Kuomintang Tiongkok, dan berbagi pemahaman berdasarkan pengalaman pribadi. 

Semua peserta mencapai konsensus bahwa pembicaraan penting Presiden Xi Jinping memiliki wawasan jauh ke depan dan penuh perasaan yang tulus, menunjukkan semangat kebangsaan yang mendalam dan tanggung jawab sejarah, serta memberikan panduan yang benar bagi perkembangan hubungan kedua tepi selat. 

Para peserta sepakat bahwa di dunia ini hanya ada satu Tiongkok, Taiwan adalah bagian wilayah Tiongkok yang tidak dapat dipisahkan. Upaya separatis “Kemerdekaan Taiwan” tidak didukung oleh rakyat dan tidak memiliki masa depan sama sekali. Mewujudkan reunifikasi kedua tepi selat adalah keinginan bersama seluruh putra dan putri bangsa Tiongkok di dalam maupun luar negeri, merupakan tren perkembangan yang tak terhindarkan, keinginan rakyat dan keniscayaan sejarah. 

Para peserta secara antusias membahas pembicaraan penting yang disampaikan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping (ANTARA/HO-Tiongkok)

Masyarakat Tionghoa Indonesia sangat bangga dengan semakin kuatnya tanah air leluhur, akan terus memegang teguh pada Prinsip Satu Tiongkok, menentang dan menolak secara tegas segala bentuk upaya separatis “Kemerdekaan Taiwan”, aktif mendorong pertukaran dan kerjasama antar rakyat, serta berupaya demi merealisasikan tugas besar reunifikasi tanah air leluhur.

Konsul Jenderal Ye Su mengapresiasi pendirian komunitas Tionghoa Indonesia yang selama ini menentang tegas separatisme dan mendorong reunifikasi. Beliau menekankan bahwa masa depan perkembangan Taiwan bergantung pada tanah airnya yang kuat, kesejahteraan saudara-saudara setanah air Taiwan terkait dengan Revitalisasi Bangsa Tionghoa. 

Segala bentuk separatis “Kemerdekaan Taiwan” dan niat campur tangan dari luar negeri pasti akan gagal. Reunifikasi sepenuhnya Tiongkok pasti akan terwujud dan pasti dapat terwujud. Konsul Jenderal Ye Su juga menggalakkan kalangan masyarakat Tionghoa di wilayah konsuler untuk melanjutkan dan mengembangkan budaya tradisional unggul Tiongkok, memanfaatkan kelebihan sebagai jembatan untuk komunikasai dalam dan luar negeri, demi berkontribusi bagi terwujudnya reunifikasi kedua tepi selat Taiwan dan Revitalisasi Bangsa Tionghoa.



Pewarta: Sony Suwondo
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026