Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, mempromosikan komoditas buah jeruk besar khas atau ikon daerah setempat dengan menggelar Festival Pamelo 2026 agar semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan bahwa jeruk pamelo merupakan salah satu produk andalan daerah yang telah dikenal luas. Ia menyebutkan pengembangan komoditas tersebut terus diperluas ke berbagai wilayah.

"Magetan memiliki produk unggulan jeruk pamelo yang saat ini budidayanya tidak hanya di empat kecamatan, tetapi telah meluas di beberapa kecamatan, yakni Bendo, Takeran, Sukomoro, Kawedanan, Magetan, Parang, dan Nguntoronadi," ujar Bupati Nanik dalam kegiatan Festival Pamelo di Magetan, Selasa.

Ia menambahkan bahwa festival tersebut juga merupakan komitmen Pemkab Magetan untuk mengembangkan jeruk pamelo dari hulu dan hilir, meningkatkan produktivitas pertanian dan pariwisata di Magetan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Nanik juga mengajak petani jeruk pamelo untuk mengikuti tren yang ada, salah satunya dengan melek digital.

"Kami mohon dukungan, agar melalui kegiatan ini pamelo Magetan semakin dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan Uswatul Chasannah mengatakan Festival Pamelo 2026 bertujuan untuk menjaga kelestarian tanaman buah khususnya jeruk pamelo.

"Serta meningkatkan semangat petani dalam pengembangan jeruk pamelo sebagai produk unggulan Magetan. Selain manfaat ekonomi, harapan kami juga diperoleh indukan bibit unggul untuk pengembangan kelestarian jeruk pamelo," kata Uswatul.

Ia menyebutkan kontes pamelo tahun ini diikuti oleh 131 peserta dari berbagai kecamatan sentra produksi. Terdapat beberapa kategori yang dilombakan, antara lain kategori bebas, nambangan, sri nyonya dan pamelo khas Magetan.

Adapun penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, seperti warna buah, rasa, jumlah biji, serta kualitas keseluruhan. Proses penjurian melibatkan praktisi jeruk, akademisi, serta perwakilan dari Balai Riset Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BRMP Jestro).

Lebih lanjut, Uswatul mengungkapkan bahwa saat ini budidaya pamelo di Magetan tersebar di enam kecamatan dengan total populasi mencapai sekitar 264.330 pohon.

Produksi tahunan diperkirakan mencapai 170 ton, dengan produktivitas rata-rata 1,13 kuintal per pohon.

 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026