Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur bersama Palang Merah Indonesia serta organisasi nirlaba kemanusiaan John Fawcett Foundation (JFF) kembali menggelar operasi mata katarak gratis mulai Selasa (28/4) hingga Sabtu (2/5).
Sekretaris Daerah Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo mengemukakan kegiatan bakti sosial operasi mata katarak gratis tahun ini tercatat ada 718 orang telah mendaftar untuk mengikuti program ini.
"Kami berterima kasih kepada PMI Banyuwangi dan John Fawcett Foundation yang terus konsisten memberikan layanan ini," kata Guntur saat membuka acara di Kantor Palang Merah Indonesia Banyuwangi, Selasa.
Menurut dia, program operasi katarak gratis sangat bermanfaat bagi masyarakat, selain membantu memulihkan penglihatan warga, bakti sosial itu juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga program ini terus berkelanjutan agar semakin banyak warga yang terbantu dalam layanan operasi mata katarak," kata Guntur.
Sementara itu, Ketua JFF Indonesia I Gede Bingin menyampaikan bahwa John Fawcett Foundation berkomitmen untuk terus mendukung program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menanggulangi kebutaan, khususnya yang disebabkan oleh katarak.
"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan senantiasa memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya.
Selain operasi katarak gratis, pada kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan mata gratis kepada 1.500 hingga 2.000 orang, penanganan 151 pasien refraksi, serta penggantian bola mata palsu (protesa) kepada 15 pasien.
Bakti sosial ini melibatkan tujuh dokter spesialis mata, 32 tenaga medis, serta relawan dari Dinas Kesehatan, PMI, dan berbagai lintas sektor.
Untuk pelaksanaan operasi dilakukan di dua lokasi, yakni Kantor PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.
Sejak digulirkan pada 2014, program pelayanan kesehatan mata gratis ini telah mengoperasi katarak lebih dari 4.500 warga.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.