Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menyiapkan bantuan irigasi perpompaan bagi kelompok tani untuk mengantisipasi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino, yang diprakirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin di Tulungagung, Jatim, Selasa, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino diperkirakan terjadi mulai April hingga Oktober 2026 dan berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
"Pemkab sudah melakukan langkah antisipasi, salah satunya melalui penyaluran bantuan irpom (irigasi perpompaan) kepada kelompok tani," kata Baharudin.
Ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan program dari Kementerian Pertanian yang saat ini masih dalam tahap persiapan penyaluran, dengan sasaran kelompok tani yang lahannya belum memiliki jaringan irigasi.
"Prioritas diberikan pada lahan sawah yang belum memiliki saluran irigasi agar kebutuhan air tetap terpenuhi," ujarnya.
Menurut Baharudin, total bantuan yang disiapkan sebanyak 21 unit irpom dan berpotensi bertambah sesuai alokasi dari pemerintah pusat.
Selain itu, pemkab memastikan ketersediaan stok beras di Tulungagung dalam kondisi aman. Cadangan pangan daerah diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lebih dari satu tahun ke depan.
"Kami pastikan stok beras aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir meskipun terjadi kekeringan," katanya.
Pewarta: Destyan H SujarwokoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.