Kediri (ANTARA) - PT PLN (Persero) menyebut adanya fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lingkungan kampus turut mendukung optimalisasi energi terbarukan.
Komisaris Independen PT PLN (Persero) Ali Masykur Musa mengatakan kendaraan listrik memiliki nilai efisiensi yang tinggi dan menjadi bagian dari proyeksi masa depan transportasi Indonesia. Dalam situasi geopolitik global yang berdampak pada harga bahan bakar minyak, peralihan menuju kendaraan listrik menjadi solusi strategis.
“Dalam situasi geopolitik dunia saat ini, harga BBM menjadi semakin mahal. Indonesia masih harus mengimpor sekitar satu juta barel. Karena itu, jika mulai beralih dari BBM menuju kendaraan listrik, hal tersebut menjadi jawaban atas tantangan kelangkaan dan mahalnya BBM,” katanya saat peresmian fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Uniska Center Kediri di Kediri, Jawa Timur, Senin.
Ia menilai keberadaan SPKLU ini merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan masa depan energi Indonesia.
Dirinya juga menegaskan bahwa kendaraan listrik merupakan pilihan yang aman, murah, nyaman, serta lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi seperti kendaraan berbasis bahan bakar fosil.
“Menggunakan kendaraan listrik berarti menjawab tantangan ekonomi sekaligus menjalankan etika kita untuk menjaga alam raya. Alam ini harus kita rawat karena akan diwariskan kepada anak cucu kita,” katanya.
Ali Masykur Musa juga menambahkan Uniska Kediri menjadi salah satu perguruan tinggi yang telah memiliki SPKLU dengan spesifikasi mumpuni.
Menurut dia, hal ini menjadi capaian penting bagi kampus dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah.
PLN, kata dia, juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Uniska Kediri, termasuk kemungkinan dukungan dalam bentuk program beasiswa maupun penguatan kegiatan akademik lainnya.
Rektor Universitas Islam Kadiri Kediri Bambang Yulianto mengatakan keberadaan fasilitas SPKLU ini selaras dengan semangat kampus berdampak, yakni kampus yang hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Secara akademis, SPKLU ini memiliki nilai penting bagi Uniska Kediri. Hal ini sesuai dengan motto kampus berdampak, bahwa kampus harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. SPKLU ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Uniska Kediri kepada masyarakat,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, sinergi Uniska dan PLN juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pembelajaran praktis, terutama bagi mahasiswa Program Studi Teknik Elektro.
“Ke depan, kami berharap rekan-rekan dari PLN dapat membagikan ilmu praktis kepada mahasiswa Uniska Kediri, khususnya mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Uniska Kediri," katanya.
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua MUI Pusat sekaligus Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila K.H. Anwar Iskandar, Komisaris Independen PT PLN (Persero) Prof. Dr. H. Ali Masykur Musa dan jajarannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, pimpinan kampus dan tamu undangan lainnya.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.