Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Anggia Ermarini memuji kualitas beras cadangan di gudang Bulog yang disebutnya masih terjaga dengan baik meski sudah tersimpan di gudang selama kurang lebih satu tahun.
Saat melakukan pemantauan stok beras Bulog di gudang penyimpanan Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Senin, Anggia mengatakan bahwa hasil pengecekan menunjukkan kualitas beras yang disimpan sejak April 2025 masih layak dan terjaga dengan baik.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras meskipun disimpan hingga satu tahun kondisinya masih sangat baik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Anggia datang ke gudang dengan didampingi Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto dan Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho.
Prihasto Setyanto menambahkan, kualitas beras dijaga sejak proses penyerapan gabah hingga penyimpanan di gudang melalui standar yang ketat.
Ia menyebut, beras yang masuk sebagai cadangan pemerintah harus memenuhi empat syarat utama, yakni kadar air maksimal 14 persen, tingkat kerusakan maksimal 25 persen, menir maksimal dua persen, serta derajat sosoh maksimal 95 persen.
“Jika tidak memenuhi syarat tersebut, beras tidak akan diterima sebagai cadangan pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, kualitas beras juga dijaga oleh Petugas Pemeriksa Kualitas (PPK) di setiap gudang, termasuk pengendalian kelembaban selama masa penyimpanan.
Prihasto menambahkan, beras yang telah disimpan dalam jangka waktu panjang akan segera didistribusikan, salah satunya untuk program Bantuan Pangan.
Ia menegaskan tidak ada batas waktu baku penyimpanan beras selama standar perawatan gudang terpenuhi.
“Selama kondisi gudang terjaga, kualitas beras tetap baik meski disimpan lebih dari satu tahun,” katanya.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.