Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memetakan sebelas kecamatan yang berpotensi memiliki tingkat kerawanan kekeringan tinggi pada musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi Partana di Banyuwangi, Senin, menyampaikan proses mitigasi yang telah dilakukan, memetakan sebelas kecamatan dengan tingkat kerawanan kekeringan tinggi.
"Sebelas kecamatan tersebut, yakni Wongsorejo, Tegaldlimo, Singojuruh, Blimbingsari, Kabat, Gambiran, Purwoharjo, Siliragung, Muncar, Bangorejo, dan Pesanggaran," ujar dia.
Sementara wilayah dengan tingkat kerawanan kekeringan sedang, lanjut Partana, di antaranya Kecamatan Glagah, Kalipuro, Giri, dan Cluring.
Baca juga: Banyuwangi distribusikan 275 ribu liter air ke wilayah kekeringan
Sedangkan 10 kecamatan lainnya, seperti Banyuwangi Kota, Rogojampi, Tegalsari, Srono, Songgon, Glenmore, Genteng, Licin, Kalibaru, dan Sempu masuk dalam kategori kerawanan rendah.
"Selain pemetaan air bersih, kami juga memberikan atensi khusus pada pemetaan titik-titik potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah hutan produksi maupun taman nasional," kata dia.
Menurut Partana, BPBD telah melakukan koordinasi melalui rapat awal dengan sejumlah pemangku kepentingan di Banyuwangi hingga tingkat provinsi, dengan tujuan agar setiap instansi dapat melakukan mitigasi sesuai dengan wewenang dan kapasitas masing-masing.
Baca juga: BPBD Banyuwangi antisipasi krisis air bersih saat kemarau
Dia menambahkan, berdasarkan prediksi BMKG potensi kemarau panjang tahun ini dimulai sejak awal April dan diprediksi mencapai puncaknya pada bulan Agustus hingga September mendatang.
"Kami berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan. Untuk OPD, tugas pokok dan fungsinya sudah jelas. Peran utama ada di Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, dan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) untuk memastikan kecukupan debit air serta kelancaran suplai air bersih," katanya.
BPBD Banyuwangi juga telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi fenomena El Nino yang berpotensi memicu panas ekstrem pada musim kemarau tahun ini.
Pihaknya juga meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi kemarau panjang dan salah satunya membentuk Satgas antisipasi kemarau panjang yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.
Baca juga: Pemkab Banyuwangi distribusikan air ke wilayah terdampak kekeringan
Baca juga: BNPB beri pelatihan personel BPBD se-Jatim tingkatkan kemampuan penanggulangan bencana
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.