Dalam situasi ekonomi saat ini, termasuk dinamika geopolitik, UMKM dapat menjadi tulang punggung perputaran ekonomi, terutama di tingkat pedesaan dan masyarakat menengah ke bawah
Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno mendukung penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya melalui pelatihan bimbingan teknis strategi branding di Surabaya.
“Dalam situasi ekonomi saat ini, termasuk dinamika geopolitik, UMKM dapat menjadi tulang punggung perputaran ekonomi, terutama di tingkat pedesaan dan masyarakat menengah ke bawah,” ujar Puti di sela kegiatan kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Komisi X DPR RI di Surabaya, Minggu.
Ia menilai ketangguhan UMKM telah terbukti saat pandemi COVID-19, ketika sektor formal mengalami kontraksi, namun aktivitas ekonomi tetap bergerak melalui usaha kecil.
“Pada masa pandemi, perekonomian tetap berjalan karena UMKM. Ini yang harus kita jaga dan perkuat,” katanya.
Baca juga: YPTA Surabaya ajari guru dan karyawan melek "digital branding"
Namun demikian, di tengah tekanan global seperti kenaikan harga bahan baku dan energi, Puti menekankan perlunya intervensi pemerintah agar pelaku UMKM tidak berjalan sendiri.
“Harus ada kemauan politik dari pemerintah. UMKM tidak bisa berjalan sendiri, terutama saat harga bahan seperti kedelai, elpiji, atau bahan produksi lain meningkat,” ujarnya.
Puti juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam hal branding, pemasaran digital, dan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Masih banyak yang promosi secara konvensional. Dengan teknologi digital, mereka bisa naik kelas dan menjangkau pasar lebih luas,” katanya.
Baca juga: UMKM di Kota Surabaya dilatih branding hingga manajemen keuangan
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda BRIN Veni Robiatul Adawiyah menyoroti bahwa tantangan UMKM tidak hanya pada produksi, tetapi juga kemampuan membaca pasar dan membangun identitas produk.
“Branding bukan sekadar logo, tetapi alasan mengapa konsumen memilih dan kembali membeli produk kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, produk UMKM perlu relevan dengan kebutuhan pasar agar mampu bertahan di tengah persaingan.
“Sering kali produknya bagus, tetapi tidak sesuai kebutuhan pasar. Kuncinya adalah memastikan produk mampu menjawab kebutuhan konsumen,” katanya.
Baca juga: Puti dan Atikoh serap aspirasi masyarakat saat senam pagi di Surabaya
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.