Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak seluruh perguruan tinggi untuk lebih responsif dan berdampak terhadap pembangunan negara Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam dialog strategis bersama pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Politeknik, serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan di Pontianak, beberapa waktu lalu.

Melalui keterangan di Jakarta, Minggu, Mendiktisaintek menegaskan peran kampus dalam pembangunan bangsa melalui implementasi konsep kampus berdampak, di mana aktivitas akademik harus terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Kita ingin pengetahuan, riset, serta mahasiswa yang belajar di kampus betul-betul dapat melakukan praktik langsung sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar," katanya menegaskan.

Mendiktisaintek menegaskan pentingnya menjaga integritas lingkungan kampus dari berbagai bentuk kekerasan. Ia juga menyoroti tantangan pembinaan mahasiswa di era digital serta pentingnya peran pendidik dalam membentuk karakter.

Dalam hal ini, ia menekankan pentingnya respons cepat terhadap berbagai kendala yang dihadapi perguruan tinggi. Kemdiktisaintek berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi melalui penyederhanaan regulasi dan penguatan peran LLDikti sebagai lembaga layanan.

"Kami dengan senang hati menerima masukan-masukan untuk perbaikan layanan termasuk melalui LLDikti," ujarnya.

Menteri Brian juga mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk tetap optimistis dalam mendidik generasi muda untuk menjadi motor penggerak pembangunan di masa depan.

"Kita harus tetap optimistis, bergerak bersama sama untuk mendidik mereka. Saya yakin di antara mereka pasti ada yang nantinya bukan hanya menjadi pemimpin di masyarakat, tetapi menjadi pemimpin bangsa, pelopor pembangunan," tutur Brian Yuliarto.



Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026