Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan bahwa panen raya padi di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, menjadi momentum penguatan ketahanan pangan daerah.
"Ini menjadi momentum penguatan ketahanan pangan daerah," katanya saat meninjau panen raya di desa tersebut, Sabtu.
Ia mengatakan, lahan seluas sekitar 120 hektare di wilayah tersebut masih produktif dan menjadi salah satu lumbung pangan penting, tidak hanya bagi Sidoarjo, tetapi juga Jawa Timur.
Ia menyebut panen kali ini tergolong istimewa karena masih bisa berlangsung di periode akhir musim tanam dan ditargetkan ke depan produktivitas bisa ditingkatkan hingga tiga kali panen dalam setahun.
Menurutnya, kesejahteraan petani mulai meningkat seiring harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang membaik, menjadi sebesar Rp7.500 per kilogram, jauh di atas kondisi sebelumnya.
“Petani sekarang lebih sejahtera karena harga gabah mencapai Rp7.500 per kilogram. Ini mendorong semangat mereka untuk terus bertani secara maksimal,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur irigasi. Ia meminta adanya sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan sektor pertanian agar persoalan air tidak lagi menjadi beban petani.
“Masalah air itu bukan urusan petani, tapi tanggung jawab pemerintah melalui irigasi. Tidak boleh lagi ada petani kesulitan air,” ujarnya.
Ketua Gapoktan sekaligus Plt Kepala Desa Kalimati Supriyadi mengaku petani di wilayahnya merasakan dampak positif dari kenaikan harga gabah dan berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga.
“Kami sangat bersyukur, harga gabah sekarang mencapai Rp7.500 per kilogram, bahkan lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah. Harapannya harga ini bisa stabil ke depannya,” kata Supriyadi.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026