Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT PAL Indonesia menawarkan solusi armada hingga kolaborasi industri maritim kepada Malaysia dalam acara Defence Services Asia Exhibition and Conference (DSA) 2026 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur.

Dalam pameran tersebut, PT PAL memfokuskan promosi pada varian Landing Platform Dock (LPD) yang dinilai relevan untuk mendukung kebutuhan Angkatan Laut Malaysia.

"Pendekatan tersebut menjadi nilai tambah utama PT PAL dalam membangun kerja sama dengan Malaysia," kata Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia Wiyono Komodjojo di Surabaya, Jatim, Jumat.

Sebagai negara maritim dengan tantangan geografis yang serupa dengan Indonesia, kata Wiyono, Malaysia membutuhkan platform yang tidak hanya mampu mendukung operasi militer tetapi juga disaster relief, humanitarian assistance, evakuasi medis, serta mobilisasi pasukan dan logistik ke wilayah kepulauan.

Selain menawarkan platform, PT PAL juga membuka peluang kerja sama jangka panjang yang berfokus pada penguatan local content atau industri lokal, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga peluang kolaborasi dengan industri Malaysia.

Wiyono menyatakan penguatan industri maritim nasional di setiap negara ASEAN menjadi fondasi penting untuk membangun kawasan yang lebih mandiri, resilien, dan memiliki posisi tawar yang lebih kuat di tengah rivalitas global saat ini.

Terlebih, ASEAN merupakan kawasan maritim yang sangat strategis baik dari sisi jalur perdagangan, sumber daya alam, maupun posisi geopolitik.

Ia menekankan PT PAL ingin menunjukkan bahwa kerja sama industri pertahanan tidak harus berhenti pada transaksi pembelian kapal tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun kemampuan industri nasional serta meningkatkan tingkat serapan dalam negeri.

Kemudian juga mampu menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ekosistem maritim Malaysia secara keseluruhan.

Penguatan tersebut menjadi semakin penting di kawasan ASEAN yang memiliki karakter geografis maritim, jalur perdagangan strategis, serta tantangan bersama seperti bencana alam, keamanan laut, dan perlindungan wilayah perairan.

 

 



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026