persatuan dan stabilitas nasional sedang dipertaruhkan
Surabaya (ANTARA) - Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Jawa Timur mendorong negara memperkuat pengawasan terhadap transparansi dan akuntabilitas pendanaan lembaga swadaya masyarakat atau (Non-Governmental Organization) NGO, khususnya yang bersumber dari luar negeri.
Koordinator aksi Figo menyebut sejumlah NGO di Indonesia menerima pendanaan asing namun dinilai belum transparan, karena keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan aktivitas NGO selaras kepentingan nasional.
“Penting bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberikan atensi terhadap fenomena ini. Negara jangan diam karena persatuan dan stabilitas nasional sedang dipertaruhkan,” kata Figo di Surabaya, Jumat.
Ia menambahkan, negara perlu bersikap tegas apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tidak bersikap diam, serta tidak menunda tindakan hingga kondisi semakin parah.
Selain itu, kata dia, ISMEI Jatim mendorong pemerintah memperkuat regulasi terkait transparansi pendanaan NGO seiring meningkatnya dinamika global dan keterbukaan arus informasi serta modal.
Menurut dia, jumlah lembaga swadaya masyarakat yang terus bertambah perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat.
"Kami berharap langkah ini menjadi pintu masuk penguatan tata kelola organisasi sipil yang lebih akuntabel dan profesional di Indonesia," tuturnya.
Dalam aksi yang digelar di Mapolda Jatim dan Kejaksaan Tinggi Jatim, berlangsung damai dan diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap kepada aparat penegak hukum.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.