Probolinggo, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dan PT Pertamina Patra Niaga menggelar operasi pasar elpiji bersubsidi atau tabung 3 kilogram menyasar konsumen rumah tangga di daerah itu selama tiga hari yakni sejak Rabu (22/4) hingga Jumat ini.
Pelaksanaan operasi pasar elpiji 3 kg itu tersebar di delapan titik kecamatan di kabupaten itu.
"Kami memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, salah satunya elpiji. Dalam proses distribusi, Pertamina masif melakukan pemantauan di lapangan sebagai upaya memastikan stok mencukupi dan LPG digunakan sesuai peruntukannya," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi dalam keterangan diterima di Probolinggo, Jumat.
Sepanjang bulan April 2026, lanjut dia, isu pasokan dan distribusi elpiji 3 kg cukup ramai di kalangan masyarakat Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.
Menyikapi hal ini, Pertamina Patra Niaga masif melaksanakan pengecekan lapangan mulai dari stok, isu distribusi, hingga mitigasi lanjutan.
"Stok di Kabupaten Probolinggo dipastikan aman dan mencukupi. Pengecekan telah dilakukan dan kami pastikan penyaluran berjalan normal dan lancar dari level SPPBE hingga pangkalan," tuturnya.
Sebagai mitigasi, lanjut dia, Pertamina telah melaksanakan penyaluran tambahan sepanjang bulan April 2026, mulai dari momen setelah Idul Fitri, libur panjang perayaan Paskah, hingga pada hari-hari tertentu menyesuaikan kondisi di lapangan dan puncaknya dilaksanakan operasi pasar upaya mitigasi lanjutan normalisasi distribusi.
"Untuk pelaksanaan operasi pasar, Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Pemkab Probolinggo terkait penyaluran elpiji 3 kg di lapangan dengan alokasi masing-masing kecamatan sebanyak 300 tabung," katanya.
Ia menjelaskan kegiatan operasi pasar hingga hari ini sudah dilaksanakan di enam kecamatan dengan total penyaluran sebanyak 1.800 tabung dengan alokasi per kecamatan sebanyak 300 tabung atau menyesuaikan kebutuhan di lapangan yang didukung oleh suplai dari 3 agen per titik kecamatan.
"Kegiatan operasi pasar itu masih terus dilaksanakan menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Rencana awal dilaksanakan di 8 titik kecamatan Kabupaten Probolinggo dengan periode tanggal 22 sampai dengan 24 April 2026," ujarnya.
Ahad mengimbau masyarakat untuk menggunakan elpiji sesuai peruntukannya untuk mencapai tujuan bersama elpiji subsidi tepat sasaran dan masyarakat diimbau membeli di pangkalan resmi Pertamina agar bisa mendapatkan harga sesuai HET Rp18 ribu dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai.
"Masyarakat dapat mengakses titik terdekat lokasi pangkalan pada laman https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pihak Pertamina telah menegaskan kembali ke seluruh agen dan pangkalan terkait penyaluran harus tepat sasaran dan senantiasa mengecek secara disiplin terkait penjualan akhir ke konsumen.
"Ketika ada salah satu ketentuan yang tidak dipatuhi oleh pihak agen/pangkalan resmi Pertamina maka akan diberikan sanksi berupa penghentian alokasi sampai dengan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU)," katanya.
Pewarta: Zumrotun SolichahUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.