Situbondo (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menargetkan investasi pada 2026 di wilayah setempat mencapai Rp454 miliar.

"Kalau target investasi tahun 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp425 miliar. Dari target (2025) tersebut realisasinya mencapai sekitar Rp1 triliun," ujar Kepala DPMPTSP Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro di Situbondo, Jatim, Kamis.

Dia mengaku optimistis realisasi investasi pada 2026 akan tercapai dan bahkan melebihi dari target yang telah ditetapkan, karena ada sejumlah sektor yang ditawarkan kepada investor.

Dadang menyebutkan, ada delapan sektor yang ditawarkan kepada pemilik modal yang ingin berinvestasi di Situbondo, yakni sektor industri, pertanian/perkebunan, pariwisata, perdagangan, kelautan/perikanan, pelabuhan, pergudangan, serta sektor perumahan dan kawasan permukiman.

"Jadi, setiap pemilik modal yang akan menanamkan modalnya di Situbondo, kami sudah siapkan delapan sektor tersebut," ujarnya.

Menurut Dadang, salah satu visi misi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, adalah pengurusan perizinan investasi yang tidak berbelit.

Pemerintah daerah setempat, kata Dadang, terus melakukan upaya meningkatkan investasi, salah satunya melalui agenda "Situbondo Investor Day", dengan mengundang para investor dari luar daerah.

"Agenda Investor Day ini, kami memberikan informasi kepada investor tentang potensi di Situbondo, sehingga investor sudah tahu bahwa kami siap menerima investasi dan memberikan kemudahan-kemudahan kepada investor untuk menanamkan modalnya," katanya.

Realisasi investasi pada 2025 di Situbondo mencapai Rp1 triliun, melebihi dari target yang ditetapkan senilai Rp425 miliar. Nilai investasi pada 2025 tersebut, juga lebih tinggi dibandingkan capaian pada 2024 yang sebesar Rp590 miliar.

Pada 2025, nilai terbesar ditopang investasi untuk Pabrik Gula Assembagoes yang mencapai Rp800 miliar. Investasi tersebut dipergunakan untuk biaya modernisasi pabrik gula yang terletak di Kecamatan Asembagus, wilayah timur Situbondo.

Selain itu, ada pula penanaman modal asing atau PMA yang bergerak di bidang pengolahan rumput laut di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, dan Desa/Kecamatan Banyuglugur.

Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) seperti pusat perbelanjaan antara lain Roxy, KDS dan pembangunan hotel serta usaha-usaha lainnya.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026