Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Pertanian mendorong penguatan industri gula nasional agar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi namun juga mendukung kebutuhan bahan baku industri makanan, minuman, dan lainnya.

"Penguatan industri gula nasional perlu terus diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan konsumsi tetapi juga mendukung kebutuhan bahan baku industri makanan, minuman, dan sektor manufaktur lainnya," kata Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian Abdul Roni di Surabaya, Kamis.

Abdul mengatakan dorongan terhadap industri gula perlu dilakukan karena selama ini produksi gula hanya mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi.

Untuk tahun ini, produksi Gula Kristal Putih (GKP) ditargetkan mencapai 3,04 juta ton tahun ini dengan luas areal panen tebu existing nasional mencapai 576.538 hektare.

Dari sisi produktivitas, rata-rata hasil GKP diperkirakan sebesar 5,28 ton per hektare sedangkan produktivitas tebu berada pada angka 70,87 ton per hektare.

Sementara itu, rata-rata rendemen nasional diproyeksikan mencapai 7,45 persen sehingga mencerminkan efisiensi pengolahan tebu menjadi gula yang terus mengalami perbaikan.

Dengan total produksi sebesar 3,04 juta ton, kata Abdul, mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat sebanyak 2,8 juta ton namun belum mampu memenuhi kebutuhan gula industri 3,4 juta ton.

Oleh sebab itu, perlu penguatan industri gula nasional termasuk melalui perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas kebun, modernisasi pabrik gula, penggunaan varietas unggul, serta percepatan investasi di sektor hilir gula.

Pemerintah juga mendukung melalui bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani.

Tak hanya itu, sinergi pemerintah, BUMN, swasta, petani tebu, dan seluruh pemangku kepentingan juga menjadi kunci penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional secara menyeluruh baik untuk konsumsi maupun industri.



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026