Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menekankan pentingnya peran pelajar dalam menjaga diri dari penyalahgunaan zat terlarang atau narkoba yang dapat merusak masa depan serta menghambat pembangunan sumber daya manusia.

Dalam sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika kepada pelajar di SMA Negeri 4 Kota Pasuruan, Kamis, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyatakan sosialisasi tersebut merupakan upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap ancaman narkoba.

"Ini menjadi peluang besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan sumber daya manusia yang berkualitas, ekonomi yang tinggi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang meningkat," kata Adi dalam keterangannya di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis.

Adi menjelaskan, tantangan bangsa saat ini tidak lagi sebatas kemerdekaan dan pengentasan kemiskinan, melainkan menyiapkan generasi emas yang mampu menghadapi berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Ia menyebutkan, penyalahgunaan narkotika dapat menjadi bentuk penjajahan baru yang merusak generasi muda serta berdampak pada meningkatnya kasus kriminalitas.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pemerintah daerah mendorong pelajar untuk memahami jenis-jenis narkoba, menjauhinya, serta berperan aktif menyebarkan informasi kepada lingkungan sekitar, termasuk teman sebaya dan keluarga.

Di lain sisi, menurutnya, Indonesia tengah menghadapi momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan baik yang diprediksi pada tahun 2030, sebanyak 70 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif sehingga membutuhkan kesiapan matang, khususnya dalam peningkatan kualitas generasi muda.

Ia menyebut, waktu menuju target tersebut relatif singkat sehingga diperlukan upaya serius untuk membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual.

Selain itu, Adi menyatakan bahwa Kota Pasuruan yang dikenal sebagai kota santri diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat agar bonus demografi tidak berubah menjadi bencana demografi.

“Pondasi utama adalah ibadah yang kuat. Dengan itu, kita bisa menjaga diri dari hal-hal yang merusak,” kata Adi Wibowo.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026