Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda memasok 9.286 kiloliter Avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan haji pada periode Haji Tahun 2026.
"Kesiapan ini komitmen perusahaan memastikan kelancaran mobilitas udara jamaah haji Indonesia melalui layanan energi yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi di Surabaya, Kamis.
Selain itu, untuk mendukung kelancaran penerbangan haji Embarkasi Surabaya yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur,
Pasokan energi yang disiapkan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus adalah untuk melayani 232 kloter penerbangan dari dan ke Juanda yaitu 116 kloter untuk keberangkatan dan 116 kloter untuk kepulangan dengan jumlah jemaah haji mencapai 44 ribu orang.
Layanan penerbangan haji tahun ini terbagi dalam dua fase yaitu fase I pada 22 April hingga 21 Mei 2026 dan fase II pada 1 hingga 30 Juni 2026.
Untuk fase pertama, kata Ahad, kebutuhan avtur diperkirakan mencapai 2.261 kilo liter sedangkan pada fase kedua diperkirakan penyaluran mencapai 7.025 kilo liter
Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan suplai Avtur di seluruh titik layanan penerbangan haji melalui sistem rantai pasok yang terintegrasi mulai dari kilang, terminal BBM, terminal aviasi hingga layanan into-plane.
Hal ini dilakukan untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan haji secara aman, tepat waktu, dan sesuai standar layanan.
"Dengan segala kesiapan ini, kami berharap para jemaah haji tidak terkendala pada proses keberangkatan dan kepulangan sehingga bisa menjalankan ibadah haji dengan tenang," kata Ahad.
Aviation Fuel Terminal Manager Juanda Dimas Bagus Satriyo Wibowo menyebutkan, FT Juanda sudah menyiapkan 48 operator, sembilan armada pengisian, dan tujuh hydrant dispenser dengan stok aman.
Untuk penerbangan tahun ini, kita siapkan hingga 9.286 kilo liter Avtur," ujar Dimas.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.