Platform ini kami hadirkan sebagai bagian dari komitmen mendukung ekosistem pendidikan. Melalui JConnect Edu, berbagai layanan mulai dari pembayaran hingga pengelolaan administrasi dapat dilakukan dalam satu sistem.
Surabaya (ANTARA) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) meluncurkan platform digital JConnect Edu guna memperkuat transformasi layanan pendidikan di Jawa Timur sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan sekolah.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan JConnect Edu merupakan aplikasi terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan administrasi dan transaksi pendidikan mulai jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Platform ini kami hadirkan sebagai bagian dari komitmen mendukung ekosistem pendidikan. Melalui JConnect Edu, berbagai layanan mulai dari pembayaran hingga pengelolaan administrasi dapat dilakukan dalam satu sistem,” ujar Winardi melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Rabu.
Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Bank Jatim terkait penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ia menjelaskan, aplikasi tersebut memungkinkan transaksi pembayaran biaya pendidikan melalui virtual account dan QRIS, sekaligus membantu pengelolaan data keuangan dan administrasi lembaga pendidikan secara lebih tertata.
Selain itu, orang tua atau wali murid juga dapat mengakses berbagai informasi sekolah seperti absensi siswa, jadwal pelajaran, hingga aktivitas pembelajaran.
Menurut Winardi, integrasi layanan dalam satu platform diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas serta mempermudah komunikasi antara sekolah dan orang tua.
“Sekolah tidak perlu lagi mengembangkan sistem secara mandiri karena seluruh kebutuhan sudah terakomodasi. Sementara bagi wali murid, proses pembayaran menjadi lebih mudah dan fleksibel,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menilai inovasi JConnect Edu sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang lebih efektif dan efisien.
“Digitalisasi memungkinkan pengelolaan anggaran dilakukan secara real-time sehingga dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik,” kata Aries.
Dengan penerapan sistem cashless, lanjutnya, keamanan dana dinilai lebih terjamin sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan anggaran di lingkungan pendidikan.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026