Jangan hanya mampu mengumpulkan suara untuk mendapatkan kursi, tetapi harus mampu menyuarakan hati publik dan menghadirkan solusi

Surabaya (ANTARA) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzammil Yusuf menekankan pentingnya meritokrasi dan kualitas pemimpin di tengah demokrasi yang cenderung mengedepankan popularitas, saat Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) PKS Jawa Timur.

Almuzammil Yusuf dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu menyampaikan bahwa demokrasi yang hanya bertumpu pada suara tanpa mempertimbangkan kualitas berpotensi melahirkan kepemimpinan yang lemah.

Oleh karena itu, sistem meritokrasi dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan pemimpin yang tangguh.

“Demokrasi hari ini menghadirkan tantangan ketika hanya diukur dari popularitas, bukan kualitas. Padahal, kepemimpinan yang kuat lahir dari sistem yang menjunjung meritokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, partai kader seperti PKS memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga memiliki kapasitas, integritas, serta mampu menyuarakan aspirasi publik secara utuh.

“Jangan hanya mampu mengumpulkan suara untuk mendapatkan kursi, tetapi harus mampu menyuarakan hati publik dan menghadirkan solusi,” tegasnya di hadapan ratusan anggota legislatif PKS Jawa Timur.

Ia menambahkan, kader dan pejabat publik harus membiasakan pengambilan keputusan berbasis kajian mendalam dengan mengedepankan kecerdasan kolektif (collective genius) dalam merumuskan kebijakan maupun pernyataan publik.

“Sebagai pejabat publik, biasakan mendapatkan masukan yang komprehensif sebelum berbicara atau mengambil keputusan. Ini bagian dari kualitas kepemimpinan yang harus kita bangun,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang publik guna menghindari polemik akibat kesalahan dalam pemilihan diksi, meskipun memiliki niat yang baik.

Ia juga menilai penguatan kualitas kepemimpinan menjadi kunci keberlanjutan peran partai politik di tengah dinamika zaman, termasuk perkembangan era digital dan meningkatnya partisipasi generasi muda dalam politik.

“Partai kader harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya dikenal, tetapi juga berkualitas dan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026