Fakta di lapangan, banyak siswa merasa bingung bahkan cemas menghadapi TKA. Ini menandakan sosialisasi belum berjalan optimal.

Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Lita Machfud Arifin, mendesak pemerintah segera memperkuat sosialisasi kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) menyusul masih minimnya pemahaman di kalangan siswa, guru, dan orang tua.

“Fakta di lapangan, banyak siswa merasa bingung bahkan cemas menghadapi TKA. Ini menandakan sosialisasi belum berjalan optimal,” kata Lita dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Rabu.

Ia menjelaskan, kebingungan tersebut dipicu oleh belum meratanya informasi terkait tujuan dan mekanisme pelaksanaan TKA, sehingga memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Menurut Lita, salah satu kesalahpahaman yang berkembang adalah anggapan bahwa TKA menjadi penentu kelulusan siswa. Padahal, ujian tersebut sejatinya merupakan instrumen untuk mengukur capaian pembelajaran.

“TKA bukan untuk menentukan lulus atau tidak. Ini alat ukur kemampuan akademik siswa agar kualitas pendidikan bisa dipetakan dan ditingkatkan,” ujar Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I ini.

Namun demikian, keterbatasan sosialisasi membuat sebagian siswa menganggap TKA sebagai ujian yang menentukan masa depan mereka, sehingga berpotensi menambah tekanan psikologis.

Berdasarkan temuan Komisi X DPR RI, terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi TKA, antara lain belum meratanya sosialisasi kebijakan, kesiapan tenaga pendidik yang masih perlu ditingkatkan, serta keterbatasan fasilitas digital di sejumlah daerah.

Lita menilai, jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut dapat memperbesar beban mental peserta didik dalam menghadapi ujian.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah melakukan sosialisasi secara masif dan berkelanjutan di seluruh daerah, disertai penyediaan panduan teknis yang jelas bagi sekolah.

Selain itu, pemerintah juga diminta memperbanyak pelaksanaan uji coba atau tryout TKA agar siswa memiliki gambaran mengenai bentuk dan pola soal yang akan dihadapi.

“Pemerintah harus memastikan sosialisasi yang masif, tryout berkala, serta dukungan sarana dan prasarana pendidikan agar TKA menjadi instrumen evaluasi yang adil dan menenangkan bagi siswa,” katanya.

Ia menambahkan, Komisi X DPR RI akan terus mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut agar berjalan inklusif dan tidak menambah beban bagi peserta didik.



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026