Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan gencarkan upaya mewujudkan data yang akurat, terpadu, dan berkelanjutan guna mendukung penyusunan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran melalui program Kelurahan Cinta Statistik.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyatakan, data yang akurat menjadi modal penting dalam mencanangkan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.

"Tanpa didukung data yang akurat, kebijakan yang dihasilkan berpotensi tidak tepat sasaran," kata Adi dalam keterangan diterima di Pasuruan, Jawa Timur, Senin.

Menurutnya, dalam kegiatan sosialisasi program tersebut bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan LPM ITS di Kota Pasuruan, Senin, pentingnya data faktual dalam setiap proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang dirumuskan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Ia menjelaskan, literasi statistik kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar kesadaran akan pentingnya data semakin meningkat di semua lapisan.

Adi juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, BPS, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendataan di Kota Pasuruan.

Ia menyatakan bahwa, sejak 2022 hingga 2026, tercatat sebanyak 15 kelurahan atau sekitar 44 persen dari total yang telah tergabung dalam program Kelurahan Cinta Statistik.

Dikatakannya, Pemerintah Kota Pasuruan menargetkan seluruh 34 kelurahan dapat masuk dalam program tersebut guna memperkuat basis data pembangunan daerah.

Pada 2026, lanjutnya, tiga kelurahan yang menjadi fokus pelaksanaan program yakni Kelurahan Pohjentrek, Gadingrejo, dan Mandaranrejo.

“Pendataan harus dilakukan secara faktual, jujur, dan bertanggung jawab agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Adi Wibowo.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026