ini merupakan suatu olahraga yang bisa dipertanggungjawabkan
Surabaya (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menilai gelaran kompetisi "Surabaya Domino Tournament" memperkuat legitimasi domino sebagai cabang olahraga pikiran yang terstruktur dan berstandar kompetisi.
“Olahraga domino ini yang mempunyai induk organisasi mulai dari pusat, provinsi, kota/kabupaten, ini merupakan suatu olahraga yang bisa dipertanggungjawabkan, bisa diikuti oleh semuanya,” kata Armuji dalam keterangannya di Surabaya, Minggu.
Selain itu, kata dia, dampak turnamen tidak berhenti di arena pertandingan. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung membuat aktivitas UMKM di sekitar lokasi meningkat signifikan, terutama sektor makanan dan minuman.
Tak hanya itu, lanjutnya, tingkat hunian hotel di Surabaya juga ikut terdongkrak karena banyak peserta datang dari luar kota.
"UMKM mendapatkan manfaat langsung dari meningkatnya jumlah pengunjung, dan sektor perhotelan juga ikut terdorong dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet domino berprestasi hingga tingkat nasional.
“Ajang ini bukan sekadar untuk meramaikan kegiatan, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaring dan mengakomodasi potensi yang selama ini belum tersalurkan dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) Andi Jamaro Dulung menegaskan bahwa transformasi domino menjadi olahraga telah melalui pembinaan terstruktur melalui organisasi resmi.
“Melalui PORDI kami menyusun aturan yang tegas. Oleh karena itu, penting untuk terus disosialisasikan bahwa kehadiran PORDI merupakan bagian dari upaya membimbing dan membina masyarakat, sekaligus mengarahkan potensi menjadi prestasi di bidang olahraga,” ujarnya.
Di sisi lain, Perwakilan HGI Ray menyebut turnamen ini sebagai momentum penting dalam perubahan persepsi masyarakat terhadap permainan domino.
“Ini merupakan momen penting yang menandakan bahwa domino kini bukan sekadar permainan hiburan, tetapi telah berevolusi menjadi olahraga pikiran yang memiliki sistem, aturan, dan panggung kompetisi yang kredibel,” ujarnya.
Kegiatan yang digagas oleh HGI ini, kata dia, diikuti sebanyak 1.536 peserta atau 768 pasangan dari berbagai daerah, dengan total hadiah mencapai Rp200 juta.
Sebelumnya, kata dia, HGI telah menggelar turnamen serupa di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada 11–12 April 2026 dengan lebih dari 3.000 peserta.
Rangkaian turnamen ini, lanjutnya, akan berlanjut ke Padang, Sumatera Barat, dan Bekasi, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kompetisi domino nasional yang berkelanjutan.
“Melalui turnamen besar seperti hari ini, kami ingin menegaskan bahwa domino memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang sebagai olahraga yang kredibel dan layak mendapatkan pengakuan resmi,” ujar Ray.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026