Betul akan ada Musda, tapi kami belum tahu kapan, keputusan mutlak di DPP. Sangat mungkin tahun ini, apalagi kami mendapat informasi Jawa Tengah sudah menggelar Musda hari ini.

Surabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur memanfaatkan momentum halal bihalal sebagai ajang konsolidasi internal menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026.

Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan bahwa Musda akan digelar dalam waktu dekat, meski jadwal pastinya masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Betul akan ada Musda, tapi kami belum tahu kapan, keputusan mutlak di DPP. Sangat mungkin tahun ini, apalagi kami mendapat informasi Jawa Tengah sudah menggelar Musda hari ini," kata Emil usai menghadiri halal bihalal DPD Demokrat Jatim di Surabaya, Sabtu.

Ia menegaskan kesiapan jajaran pengurus daerah untuk melaksanakan Musda kapan pun sesuai arahan DPP. 

Namun, terkait bursa calon ketua, Emil masih belum bersedia memberikan komentar lebih jauh.

Emil yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengaku siap menerima amanah apa pun dari partai, termasuk jika kembali dipercaya memimpin partai berlambang mercy di tingkat provinsi.

"Yang terbaik untuk Partai Demokrat Jawa Timur, dalam kapasitas apa pun kami siap untuk bertugas," ujarnya.

Emil juga mengungkapkan jika kegiatan tersebut merupakan agenda rutin partai untuk menjaga komunikasi antar-kader, sekaligus memperkuat kebersamaan jelang agenda politik penting.

Sementara itu, Sekretaris DPD Demokrat Jatim Mugianto menyebut kegiatan halal bihalal tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga momentum konsolidasi untuk memperkuat soliditas partai.

Menurut dia, kegiatan tersebut dihadiri pengurus DPD, DPC se-Jawa Timur, serta anggota legislatif dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga DPR RI.

"Ini acara santai, rileks, tapi menjadi momen penting untuk merencanakan langkah strategis ke depan agar Partai Demokrat semakin solid," kata Mugianto.
 



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026