Malang Raya (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Malang mencatat serapan beras petani di wilayah kerjanya hingga April 2026 telah mencapai 66 persen atau setara 50 ribu ton beras.

Kepala Perum Bulog Cabang Malang M Nurjuliansyah Rachman seusai melaksanakan pemantauan ketersediaan beras di Pasar Bunul, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan, sepanjang 2026 pihaknya mendapatkan target untuk melakukan penyerapan 76 ribu ton beras dari hasil panen petani.

"Serapan beras secara keseluruhan dari Kantor Bulog Cabang Malang per hari ini sudah mencapai 66 persen atau setara 50 ribu ton beras dan target kami 76 ribu ton beras," kata Nurjuliansyah.

Wilayah kerja dari Perum Bulog Cabang Malang meliputi dua kawasan aglomerasi, yakni Malang Raya dan Pasuruan Raya.

Pada wilayah kerja Malang Raya mencakup Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Sedangkan untuk aglomerasi Pasuruan Raya di dalamnya meliputi Kabupaten Pasuruan serta Kota Pasuruan.

Dia menyatakan bahwa beras yang diserap oleh Bulog Malang berasal dari hasil panen petani di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan.

Khusus di Kabupaten Malang, Perum Bulog mencatat total serapan beras mencapai 26.573 ton.

"Penyerapan beras akan terus kami lakukan ya," ucap dia.

Dia menjelaskan bahwa capaian serapan beras merupakan bentuk kinerja perusahaan dalam mengoptimalkan panen petani dari hasil masa tanam (MT) I.

Langkah tersebut juga menjadi bagian upaya percepatan menghadapi musim kemarau.

Pihaknya berharap seluruh target serapan 76 ribu ton beras bisa terealisasi dalam kurun waktu Mei dan Juni 2026.

Apabila tak terpenuhi, maka Bulog Malang akan memaksimalkan serapan panen beras dari hasil penanaman pada masa tanam kedua.

"Jadi pada masa tanam kedua serapannya tidak banyak. Biasanya, MT II juga sudah diserap oleh pasar, untuk panen antara Agustus, September, Oktober," tutur Nurjuliansyah.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026