Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari strategi akselerasi transformasi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal ini ditunjukkan dalam audiensi antara Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Charge d’Affaires ad interim The United State Ambassador Peter M. Haymond. Melalui kolaborasi global yang terarah, kata Brian, Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus menjawab kebutuhan industri masa depan.

"Fokus utama kerja sama diarahkan pada peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan dan riset berstandar internasional," ujarnya di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan, inisiatif ini mencakup pengembangan program gelar bersama (dual degree) serta riset kolaboratif lintas negara yang diharapkan mampu menghasilkan inovasi berdampak tinggi dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Dalam mendukung akses pendidikan berkualitas, pihaknya juga mengoptimalkan berbagai skema pembiayaan pendidikan, termasuk melalui LPDP. Skema ini memberikan peluang lebih luas bagi talenta terbaik Indonesia untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi kelas dunia sekaligus memperkuat jejaring akademik global.

"Kami menargetkan pengembangan sekitar 10 produk semikonduktor serta kebutuhan hingga 15.000 insinyur. Untuk itu, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi kunci," ujar Brian.

Di sektor kesehatan, pemerintah juga mendorong pengembangan universitas kedokteran baru guna meningkatkan kapasitas pendidikan tenaga medis nasional.

Inisiatif ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kesehatan yang terus meningkat sekaligus memperluas akses pendidikan kedokteran di berbagai wilayah Indonesia.

Selain penguatan pendidikan tinggi, katanya, kerja sama juga mencakup dukungan terhadap fasilitas pendidikan, termasuk pemanfaatan teknologi pembelajaran untuk sekolah. Upaya ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan serta mendukung ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

"Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain strategis dalam ekosistem industri global yang berkelanjutan dan berbasis inovasi," ujarnya.



Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026