Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Arif Fathoni menilai jika pemberdayaan ibu merupakan salah satu kunci dalam membentuk karakter generasi, termasuk dalam menopang perekonomian keluarga.

"Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari ibu, lahir generasi penerus bangsa yang hebat. Karena itu, ketika ibu-ibu ini juga diberdayakan secara ekonomi melalui pelatihan dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dampaknya akan sangat besar,” kata Arif Fathoni usai menerima audiensi bersama dengan komunitas Ibu Semangat Indonesia Kuat (ISIK) di DPRD Surabaya, Jumat.

Ia menjelaskan, ISIK merupakan komunitas yang selama ini aktif dalam pemberdayaan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, melalui pelatihan keterampilan dan penguatan sektor UMKM.

Ia mengapresiasi langkah ISIK yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas perempuan karena menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri sekaligus memperkuat struktur sosial masyarakat.

 

Ia mengaitkan pemberdayaan perempuan dengan penguatan konsep Kampung Pancasila yang tengah didorong di berbagai wilayah.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak hanya diwujudkan dalam simbol atau kegiatan seremonial, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui peran keluarga.

"Kampung Pancasila itu tidak bisa berdiri tanpa peran keluarga dan di dalam keluarga, ibu menjadi kunci. Ketika ibu berdaya, nilai gotong royong, kemandirian dan kepedulian sosial akan tumbuh secara alami di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Ia menilai, komunitas seperti ISIK memiliki peran strategis dalam menghidupkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan nyata, seperti pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi, hingga keterlibatan dalam aktivitas sosial di tingkat kampung.

 

Karena itu, dirinya mendorong agar upaya pemberdayaan perempuan dapat terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan program, baik dalam bentuk pelatihan lanjutan, akses permodalan, maupun fasilitasi pemasaran produk UMKM.

"Ketika ibu diberdayakan, maka bukan hanya ekonomi keluarga yang tumbuh, tetapi juga kualitas generasi ke depan ikut meningkat. Ini sejalan dengan semangat Kampung Pancasila yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama," katanya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026