Sinusitis masih menjadi tantangan karena sering dianggap ringan

Surabaya (ANTARA) - Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan layanan Minimal Invasive & Endoscopic Sinus Center (Sinus Center) sebagai upaya meningkatkan penanganan sinusitis yang lebih cepat, aman, dan nyaman bagi pasien.

Direktur Rumah Sakit Mayapada Hospital Surabaya Bona Fernando mengatakan sinusitis masih kerap dianggap sebagai penyakit ringan sehingga banyak pasien terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.

“Sinusitis masih menjadi tantangan karena sering dianggap ringan, sehingga pasien datang ketika kondisi sudah cukup berat,” kata Bona dalam keterangannya di Surabaya, Jumat.

Ia menjelaskan, melalui layanan Sinus Center yang lebih komprehensif, pihaknya ingin mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala awal serta pentingnya deteksi dini.

Menurut dia, layanan tersebut dirancang terintegrasi untuk berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga lansia, sehingga pasien dapat menjalani skrining, diagnosis, hingga tindakan dalam satu pusat layanan.

Selain itu, Bona menyebutkan Sinus Center mengutamakan keamanan dan kenyamanan pasien dengan dukungan teknologi modern, termasuk diagnosis berbasis CT scan serta prosedur minimal invasif menggunakan nasal endoskopi.

“Prosedur ini dirancang minim nyeri, tanpa tampon, serta memungkinkan pemulihan lebih cepat sehingga pasien bisa pulang di hari yang sama atau keesokan harinya,” ucapnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis THT Subspesialis Rinologi Mayapada Hospital Surabaya Budi Sutikno mengatakan sinusitis umumnya berkembang secara perlahan dan sering tidak disadari sebagai kondisi yang membutuhkan penanganan medis.

“Banyak pasien baru mencari pertolongan saat gejala sudah menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari,” katanya.

Ia menambahkan, dengan dukungan teknologi terkini seperti nasal endoskopi, diagnosis dapat dilakukan lebih akurat dan tindakan menjadi lebih efektif dengan risiko minimal.

Selain menghadirkan layanan medis, Mayapada Hospital Surabaya juga memperkenalkan inovasi Sinus Symptom Checker Digital yang memungkinkan masyarakat melakukan deteksi awal secara mandiri melalui kuesioner singkat.

Inovasi tersebut, kata dia, diharapkan membantu masyarakat mengenali risiko sinusitis sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Di sisi lain, pihaknya juga mendorong edukasi publik melalui kampanye #NapasLega yang menghadirkan kegiatan edukatif dan interaktif, termasuk pemeriksaan awal kondisi sinus.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai sinusitis, perbedaannya dengan flu dan alergi, serta pilihan terapi modern yang tersedia.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026