Kediri (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan edukasi senam kaki ke penderita diabetes melitus dengan harapan mereka mengetahui serta praktik langsung senam itu, agar peredaran darah makin lancar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kota Kediri Hamida mengemukakan kaki merupakan organ tubuh yang vital yakni sebagai penyangga tubuh.

“Kaki harus sehat karena menyangga beban tubuh. Pada diabetes melitus ini banyak komplikasi yang terjadi pada kaki, seperti luka terbuka bahkan sampai mengharuskan diamputasi. Sehingga sebelum terjadi komplikasi pada kaki, lakukan perawatan yang baik dengan melakukan senam kaki secara rutin,” katanya di Kediri, Kamis.

Ia menambahkan kegiatan senam kaki yang benar sangat positif yakni dapat melancarkan peredaran darah, menguatkan otot-otot, menguatkan saraf, dan mengurangi keluhan-keluhan pada sendi.

Ia mengatakan jumlah penderita diabetes melitus bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2026 Dinkes Kota Kediri memperkirakan prevalensi penyakit tersebut di kota itu sebesar 4,25 persen, sehingga diperlukan pengelolaan yang tepat, tidak hanya secara media, melainkan non-media yakni dengan pengelolaan keperawatan.

Dalam edukasi tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan tentang perawatan kaki, juga praktik gerakan senam kaki oleh narasumber dan fisioterapis.

Kegiatan tersebut diikuti 115 peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari Kota Kediri. Mereka diberikan edukasi soal senam kaki tersebut.

Sementara itu narasumber dalam acara tersebut dr Nita Damayanti menjelaskan terdapat delapan gerakan senam kaki yang dapat dilakukan peserta di rumah, terutama bagi penderita diabetes.

Gerakan itu antara lain ankle pump (gerakan memompa pergelangan kaki atas-bawah), ankle circle (memutar pergelangan kaki 360 derajat), toe curl (mengepalkan dan meregangkan jari kaki), dan heel raise (mengangkat tumit dan menahannya selama tiga detik).

Ada juga toe raise (mengangkat jari kaki dan menahannya selama tiga detik), knee extention (meluruskan lutut dan tahan selama lima detik), towel scrunch (mengerutkan handuk/kain/kertas koran dengan jari), dan marble pick (mengambil kelereng dengan jari).

“Peserta sudah paham gerakannya, sehingga bisa diaplikasikan setiap hari di rumah untuk aktivitas fisik sesuai dengan kemampuan masing-masing,” kata dia.

Sementara itu, Fisioterapis dari Institut Ilmu Kesehatan Bakti Wiyata Kediri Dinda meminta kepada penderita diabetes melitus agar selalu mengontrol asupan gula serta melakukan aktivitas fisik.

“Apabila saat digerakkan terasa nyeri, sebaiknya tetap diupayakan bergerak, salah satuunya dengan senam seperti yang sudah dicontohkan oleh dokter Nita tadi,” kata dia.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026