Surabaya (ANTARA) -

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mengapresiasi kontribusi para petani tebu di Probolinggo, Jawa timur, seiring dengan upaya mereka membantu mewujudkan swasembada gula nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal bersama puluhan mitra tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dari 33 pabrik gula di bawah naungan PT SGN.

"Ini adalah momentum saling memaafkan. Saya kira masih banyak serta keterbatasan kami dalam menjawab keinginan-keinginan dari mitra dan stakeholder,” kata Direktur Utama PT SGN Mahmudi di Surabaya, Rabu. 

Mahmudi mengatakan Halal Bihalal bersama para petani tebu rakyat ini tidak sekadar seremonial melainkan menjadi ruang temu, dialog, dan refleksi antara perusahaan dan mitra strategisnya di sektor hulu industri gula.

Ia menuturkan keberhasilan industri gula tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para petani tebu sebagai mitra utama perusahaan.

Oleh karena itu, kata dia, hubungan yang harmonis, terbuka, dan saling memahami menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika dan tantangan ke depan.

Ia memastikan berbagai catatan dan masukan dari petani akan menjadi bahan evaluasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat respons, serta menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.

Ia menekankan sejumlah isu strategis mulai dari peningkatan produktivitas tebu, efisiensi operasional, hingga penguatan dukungan terhadap petani, menjadi bagian dari perhatian bersama yang membutuhkan sinergi berkelanjutan.

Di tengah tantangan industri yang semakin kompleks, kebersamaan yang terbangun dalam forum ini diharapkan mampu menjadi energi kolektif untuk memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan petani.

Tidak hanya dalam aspek produksi, lanjut Mahmudi, tetapi juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian integral dari ekosistem industri gula nasional.

Melalui kegiatan ini, PT SGN kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan petani tebu rakyat.

"Sinergi yang terjalin diyakini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri gula, sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan berbasis gula di Indonesia," ujarnya.



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026