Surabaya (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendorong sinergisitas rumah ibadah salah satunya dalam program pemberdayaan pemuda yang kini digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni di Surabaya, Rabu mengatakan pihaknya mendorong agar pelaksanaan pemberdayaan pemuda tersebut tidak berjalan sendiri, melainkan bisa berkolaborasi dengan elemen masyarakat keagamaan lintas rumah ibadah seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI).
"Kami telah menerima silaturahmi pengurus DMI Surabaya. Kami berdiskusi banyak terkait kolaborasi ke depan dalam upaya memakmurkan rumah ibadah di Kota Surabaya," ujarnya di sela pertemuan dengan DMI Surabaya bersama dengan Wakil Ketua DPRD Laila Mufidah di gedung DPRD Kota Surabaya.
Mas Toni sapaan akrabnya mengapresiasi konsistensi DMI dalam menggerakkan aktivitas keagamaan di tengah masyarakat termasuk melalui program seperti masjid award.
Namun, dirinya menegaskan bahwa semangat kolaborasi ini harus diperluas ke seluruh elemen rumah ibadah.
Menurutnya, peran komunitas keagamaan penting untuk memastikan program-program pemerintah, termasuk program pemberdayaan pemuda gen z Rp5 juta dapat menyentuh basis komunitas secara lebih luas.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 juta per bulan untuk pemberdayaan pemuda pada tahun 2026, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp47 miliar. Dana ini ditujukan untuk mendukung kegiatan kreatif, inovatif, dan produktif bagi generasi muda di tingkat RW, berbasis komunitas, bukan individu.
Program tersebut dijalankan melalui mekanisme Musrenbang dimana setiap RW diwajibkan mengajukan proposal kegiatan yang memiliki dampak nyata bagi lingkungan. Penggunaan anggaran juga berada dalam pengawasan Inspektorat dan kecamatan untuk memastikan transparansi serta mencegah penyalahgunaan.
"Program Rp5 juta itu harus bisa diakses oleh semua pemuda lintas agama. Tentu berkolaborasi dengan lurah di masing-masing wilayah agar pembinaan berjalan merata dan tepat sasaran," tuturnya.
Ia mengatakan, pembinaan generasi muda berbasis nilai keimanan menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Generasi yang beriman, kata dia, akan memiliki kesadaran untuk memanusiakan sesama serta mengedepankan semangat gotong royong.
"Agar generasi muda kita menjadi generasi yang beriman. Karena orang yang beriman pasti akan memanusiakan manusia dan bergotong royong dalam kegiatan di lingkungan masing-masing," tuturnya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026