Bojonegoro (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta pemerintah daerah setempat menginventarisir kendala sejumlah 48 desa maupun kelurahan yang belum membangun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi, Rabu mengatakan bahwa rapat kerja terkait Koperasi Merah Putih ini menindaklanjuti adanya aduan masyarakat, terkait percepatan pembangunan KDMP.

"Masih ada 48 desa yang belum membangun KDMP, kami meminta dinas terkait untuk segera diinventarisir kendalanya apa untuk percepatan dan semua pihak segera mengambil peran," kata Sally Atyasasmi di Bojonegoro.

Menurut dia, rapat ini memfasilitasi pengurus koperasi yang menjalankan KDMP, kepala desa selaku pemilik aset koperasi dan Kodim 0813 Bojonegoro yang membangun gedung.

Seperti adanya masalah lokasi dan pengurukan pembangunan KDKMP, sehingga permasalahan yang dihadapi tersebut bisa segera terselesaikan semuanya.

"Karena sebelum 20 April ini desa yang belum mendaftar pembangunan KDMP bisa segera mendaftar, pemda memfasilitasi permasalahan yang dihadapi desa karena kewenangannya ada di kementerian," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kodim (Dandim) 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menyampaikan bahwa dari 430 desa dan kelurahan terdapat 382 lokasi yang sudah proses pembangunan dan 48 masih belum ada kepastian.

Sedangkan dari jumlah tersebut terdapat 90 desa sudah 100 persen selesai pembangunan gedung KDMP yang dikerjakan karya bakti padat karya dan melibatkan tenaga kerja lokal.

"Bagi desa yang belum dibangun KDMP karena terkendala lokasi, luas tidak standar dan lahan berada di luar wilayah. Seperti kelurahan tidak memiliki lokasi untuk dibangun KDMP," terangnya.

Menurut dia, setelah 20 April ini dipastikan tidak ada pengajuan pembangunan KDMP ke pusat, sehingga desa yang belum mengajukan melalui sistem untuk segera melaporkan.

"Harapannya pada 17 Agustus seluruh KDMP di Bojonegoro dapat diluncurkan bersama 30 ribu KDMP seluruh Indonesia, sesuai instruksi Presiden Prabowo," katanya.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026