Ini bentuk dorongan agar dosen lebih aktif dalam penelitian dan pengabdian
Surabaya (ANTARA) - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menaikkan insentif riset dan pengabdian masyarakat hingga lebih dari tiga kali lipat pada 2026, sebagai bagian dari akselerasi menuju kampus berkelas dunia dan peningkatan daya saing global.
“Ini bentuk dorongan agar dosen lebih aktif dalam penelitian dan pengabdian. Hambatan-hambatan yang selama ini ada akan kita cari solusinya,” ujar Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat, PhD, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.
Supangat menyebut total investasi riset kini mencapai Rp7,7 miliar atau meningkat lebih dari 200 persen dibandingkan sebelumnya.
Kebijakan tersebut, menurutnya, tidak sekadar berupa sosialisasi Surat Keputusan (SK) Rektor terbaru 2026, tetapi menjadi bagian strategi akselerasi dan keunggulan perguruan tinggi.
Ia menjelaskan percepatan pengembangan kampus ditentukan oleh kepemimpinan, implementasi, kolaborasi, serta minimnya hambatan, termasuk komitmen bersama seluruh civitas academica menjadi faktor kunci dalam mendorong akselerasi.
“Kalau ingin cepat berkembang, komitmen itu harus menjadi pengali utama. Tanpa itu, akselerasi sulit tercapai,” ujarnya.
Langkah ini juga diarahkan untuk meningkatkan posisi Untag Surabaya di tingkat global. Pada 2026, kampus menargetkan masuk dalam tahapan menuju World Class University (WCU) atau universitas berkelas dunia dengan fokus awal memperkuat posisi di tingkat Asia.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, Prof. Slamet Riyadi mengatakan peningkatan anggaran riset menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mendongkrak produktivitas dosen.
“Dengan dana yang naik tiga kali lipat, maka konsekuensinya penelitian dan pengabdian juga harus meningkat seirama,” katanya.
Ia mengakui minat dosen dalam penelitian masih menjadi tantangan, terutama bagi program studi (prodi) dengan akreditasi yang belum unggul dan dosen yang relatif baru.
Untuk mengatasinya, LPPM menyiapkan berbagai strategi, termasuk klinik penulisan proposal hingga pendampingan pengajuan hibah.
“Kalau dosen ingin meningkatkan jabatan akademik, otomatis penelitian dan pengabdian juga harus meningkat. Itu yang terus kami dorong,” ucapnya.
Saat ini, lebih dari 60 persen program studi di Untag Surabaya telah berstatus unggul. Namun, kampus tetap memberikan perlakuan yang sama bagi seluruh prodi, dengan perhatian khusus pada prodi yang masih berkembang.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026