Surabaya (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surabaya Josiah Michael akan mengawal proyek perluasan Bozem Simo Hilir, di Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur untuk melindungi kepentingan warga setempat.
Dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Rabu, Josiah menyatakan bahwa saat ini pihaknya meminta agar proyek tersebut dihentikan sementara dan dilakukan evaluasi menyeluruh, berbasis kajian teknis yang objektif serta mempertimbangkan aspek sosial masyarakat.
"Kami di DPRD akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret yang benar-benar melindungi kepentingan warga," katanya.
Ia menjelaskan, permintaan untuk menghentikan sementara proyek perluasan Bozem Simo Hilir tersebut dilatarbelakangi adanya temuan yang menyebutkan bahwa perluasan tersebut dilakukan tanpa kajian komprehensif, termasuk tidak adanya Feasibility Study (FS) yang memadai.
Menurutnya, proyek ini terkesan hanya didasarkan pada status kepemilikan lahan oleh Pemkot Surabaya, khususnya tanah Surat Ijo atau izin pemakaian tanah (IPT) yang saat ini ditempati warga.
Pendekatan seperti, lanjutnya, dianggap mengabaikan aspek sosial, ekonomi, dan rasa keadilan masyarakat, mengingat warga yang menempati lahan IPT bukan datang secara gratis karena mereka memperoleh hak menempati dengan biaya.
"Kami juga melihat potensi dampak besar, karena hampir 200 unit terdampak. Ini bukan angka kecil karena menyangkut kehidupan dan keberlangsungan ekonomi warga." katanya.
Selain itu, ia menilai persoalan banjir di kawasan tersebut dinilai dari kurang optimalnya pemeliharaan infrastruktur, termasuk kondisi Bozem Simo Hilir yang sebelumnya mengalami pendangkalan dan dipenuhi enceng gondok.
Selain itu, lanjut dia, perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem drainase yang ada, termasuk box culvert berukuran besar di wilayah hilir.
"Apakah selama ini sudah dilakukan pembersihan dan pengecekan sedimentasi secara berkala? Karena berdasarkan catatan, saat awal dibangun, infrastruktur tersebut efektif mengurangi banjir," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.