Banyuwangi (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, Jawa Timur, memperkuat dukungan informasi meteorologi, klimatologi dan geofisika pada seluruh penyelenggaraan operasi SAR bekerja sama dengan BMKG setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa di Banyuwangi, Selasa, mengatakan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) BMKG setempat sebagai langkah konkret dalam meningkatkan efektivitas operasi SAR yang cepat, tepat dan aman di wilayah kerja.
"Kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan operasi kemanusiaan itu penting. Pelaksanaan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan operasi SAR secara menyeluruh, melalui penguatan koordinasi, komunikasi, kolaborasi, sinergi, serta integrasi prosedur antar-stakeholder," katanya.
Oka Astawa menjelaskan kerja sama ini juga mengacu pada ketentuan keselamatan penerbangan sipil di Indonesia sebagaimana diatur dalam Civil Aviation Safety Regulation (CASR), khususnya CASR 170, 172, 174, dan 176, sebagai bagian dari dukungan penanganan keadaan darurat, tanpa mengesampingkan penanganan kondisi membahayakan manusia di seluruh sektor operasi SAR.
Menurutnya, kerja sama dengan BMKG itu juga mempertimbangkan tingginya potensi kejadian kedaruratan serta dinamika kondisi wilayah, baik di darat, laut, maupun udara, yang menjadi area tanggung jawab Kantor SAR Banyuwangi.
Oka menambahkan, ruang lingkup kerja sama meliputi dukungan pertukaran data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, koordinasi penanganan keadaan darurat, pelaksanaan latihan bersama, serta dukungan sarana dan prasarana sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.
Kepala Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Teguh Tri Susanto menyampaikan komitmen BMKG dalam menyediakan informasi yang akurat dan real-time guna mendukung keselamatan serta keberhasilan seluruh operasi SAR.
"Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026