Surabaya (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mendorong integrasi Sains Techno Park (STP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) guna memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi riset berbasis teknologi nasional di Surabaya.

“Sudah waktunya ke depan kita membangun ekonomi yang berbasis pengetahuan dan teknologi, dan operasionalisasi STP ini bisa dimaknai sebagai penanaman modal bagi pengembangan startup baru di perguruan tinggi negeri,” tutur Rachmat Pambudy saat Soft launching New Sains Techno Park ITS 2027 dilakukan di Gedung Creative Center A ITS, Surabaya, Senin.

Ia menilai, integrasi STP di lingkungan ITS menjadi modal awal penting dalam mendorong hilirisasi riset agar hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi, melainkan berlanjut ke tahap komersialisasi.

Pemerintah juga tengah mendorong pembentukan National Technology Transfer Office (NTTO) atau Badan Transfer Teknologi Nasional guna mengawasi proses hilirisasi dan komersialisasi inovasi secara lebih terarah.



Soft launching tersebut sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat ekonomi berbasis pengetahuan.

STP ITS merupakan salah satu dari lima Sains Techno Park top-tier nasional dalam Konvensi Sains Teknologi Indonesia (KSTI), bersama Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan kawasan STP seluas 10 hektare dirancang sebagai jembatan antara hasil riset dan kebutuhan industri.

“Termasuk secara nyata memperkuat dan membangun kapasitas STP, baik dalam infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia itu sendiri,” tutur Bambang.

STP ITS mengelola empat klaster utama, yakni maritim, otomotif, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau robotika, serta industri kreatif, untuk mendukung pengembangan inovasi teknologi tepat guna.

Pengembangan STP ITS turut didukung program Higher Education for Technology and Innovation (HETI) yang didanai Asian Development Bank (ADB) sejak 2022 dengan alokasi sekitar Rp650 miliar.

Selain itu, ITS merencanakan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) bernama RS dr Angka Nitisastro serta pusat semikonduktor guna memperkuat integrasi teknologi di bidang kesehatan dan industri.

Integrasi STP ITS juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pendidikan berkualitas serta industri, inovasi, dan infrastruktur.




Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026