Madura Raya (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, Jawa Timur terus berupaya melakukan pencegahan dini praktik perundungan pada kalangan pelajar di wilayah itu melalui program 'Polisi Masuk Sekolah'.

"Selain untuk mencegah terjadinya praktik perundungan, program 'Polisi Masuk Sekolah' ini juga sebagai upaya pembentukan karakter, mewujudkan disiplin dan mencegah terjadinya kenakalan remaja," kata Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan di sela-sela peluncuran program tersebut di Mapolres Pamekasan, Senin.

Program yang dicanangkan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap generasi muda yang akan menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan ini, menyasar lembaga pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan yang sederajat.

Menurut Evan, pada hari pertama ini, program 'Polisi Masuk Sekolah' menyasar sembilan sekolah pada sembilan kecamatan berbeda di Kabupaten Pamekasan.

Masing-masing SDN Durbuk 2, Kecamatan Pademawu, SDN 2 Polagan, Kecamatan Galis, MA (Madrasah Aliyah) Kebun Sari, Kecamatan Pegantenan, SDN Gugul 2, Kecamatan Tlanakan, SDN Sokolelah, Kecamatan Kadur, dan SDN Somalang 1, Kecamatan Pakong.

Selanjutnya SDN 2 Kapong, Kecamatan Batumarmar, lalu SMKN Proppo, Kecamatan Proppo, dan SDN Palengaan 1, Kecamatan Palengaan.

"Materi yang disampaikan menekankan pada pendidikan moral dan kepatuhan hukum sejak dini," katanya.

Program 'Polisi Masuk Sekolah' yang disampaikan anggota dengan menjadi inspektur upacara ini, menurut Evan menekankan pada empat poin, yakni, etika dan kedisiplinan, stop perundungan, tertib lalu lintas dan bahaya narkoba dan sosialisasi layanan kepolisian melalui pengaduan cepat call center 110.

"Pada materi etika dan kedisiplinan siswa diajak untuk bisa melaksanakan nilai-nilai kejujuran, disiplin waktu, menjaga tata krama, serta kewajiban taat kepada orang tua dan guru. Para siswa juga diingatkan untuk tidak meninggalkan ibadah shalat lima waktu," katanya.

Untuk materi stop perundungan, pembina berupaya mengedukasi siswa untuk saling menghargai dan menjauhi perbuatan perundungan, baik secara fisik maupun mental, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Selanjutnya pada materi tertib lalu lintas dan bahaya narkoba, para siswa diajak untuk memahami tentang pentingnya mematuhi rambu lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar, serta bahaya penyalahgunaan narkotika.

"Kalau di materi sosialisasi layanan kepolisian, kami memperkenalkan layanan pengaduan cepat call center 110 agar pihak sekolah maupun siswa tahu kemana harus melapor jika membutuhkan bantuan aparat kepolisian," kata Evan.

Melalui program ini, Polres Pamekasan menginginkan agar para siswa yang merupakan calon pemimpin masa depan itu bisa mewariskan nilai-nilai luhur, beretika, sehingga cita ideal Indonesia maju atau generasi emas 2045 bisa terwujud sesuai harapan.

"Program 'Polisi Masuk Sekolah' ini akan terus berlangsung hingga akhir tahun ini dan menyasar semua sekolah yang ada di Pamekasan ini," kata Kasi Humas Ipda Yoni Evan.



Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026