Bangkalan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur mencatat, jumlah keluarga miskin dan kurang mampu di wilayah itu berkurang berkat program bantuan sosial yang dicanangkan oleh pemerintah.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Bangkalan Aminullah, penurunan jumlah keluarga miskin itu terjadi pada Program Keluarga Harapan (PKH).
"Sesuai dengan hasil pemutakhiran data yang kami lakukan hingga awal tahun ini, penurunan terjadi sekitar 30 persen," katanya di Bangkalan, Sabtu.
Ia menjelaskan, awalnya, jumlah penerima bansos PKH di Bangkalan sebanyak 3.394 keluarga, akan tetapi kini tinggal 2.192 keluarga.
"Ini berarti sebanyak 1.202 sudah bebas dari status sebagai keluarga miskin atau tidak lagi menerima bantuan dari program ini," kata Amin.
Menurut dia, ada beberapa hal yang menjadi penyebab ribuan keluarga itu naik status dari keluarga miskin menjadi keluarga mampu.
Pertama, adanya kesadaran dari keluarga penerima manfaat untuk mundur sebagai penerima bantuan karena merasa mampu dan tidak membutuhkan pemerintah.
"Kedua, karena petugas melakukan pendataan ulang dan ditemukan banyak keluarga mampu yang menjadi sasaran program tersebut, sehingga petugas terpaksa melakukan eliminasi kepada penerima bantuan dari keluarga mampu tersebut," katanya.
Ketiga, adanya program bantuan PKH plus yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga secara otomatis, keluarga yang sebelumnya menerima bantuan, tidak lagi masuk sebagai penerima bantuan.
Bantuan PKH Plus ini merupakan program bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang diperuntukkan bagi kelompok rentan, khususnya lanjut usia 70 tahun ke atas yang tergolong miskin.
Program bantuan sosial yang dilakukan pemerintah selama ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka kemiskinan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pewarta: Abd AzizEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026