Pemprov Jatim (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak mengajak warga Nahdliyyin di wilayah setempat untuk mensinergikan pembangunan daerah yang sudah berjalan dengan baik.
"Pemprov Jawa Timur harus bersinergi dengan warga Nahdliyyin untuk membangun Jawa Timur yang sudah baik," kata Emil Dardak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu.
Dikatakan dia, kehadirannya dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Pondok Pesantren Bejagung, Tuban untuk menjalin kemitraan yang membawa kemaslahatan umat.
Selama ini, lanjut dia, program yang dilakukan warga Nahdliyyin dibidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sudah terbukti dampaknya.
"NU berkontribusi luar biasa untuk pembangunan Jawa Timur dengan kehadiran ini semakin mempererat koordinasi warga Nahdliyyin dengan Pemprov Jatim," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan bahwa Muskerwil PWNU Jatim ini agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.
Dalam agenda tersebut mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan selama setahun dan kinerja dari pengurus PWNU Jawa Timur, termasuk membahas persiapan pelaksanaan Muktamar NU.
"Pelaksanaan Muktamar NU dimana saja siap, termasuk di Surabaya atau di Jawa Timur," terangnya.
Sementara itu Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muhammad Nuh di Tuban menyatakan bahwa Muskerwil PWNU Jawa Timur ini sangat tepat dilaksanakan karena saat ini PBNU memerlukan pandangan original berasal dari keluarga besar NU.
Selain itu pelaksanaannya Muskerwil PWNU Jatim juga mendekati Muktamar NU ke-35, sebab akan menjadi penyambung NU abad pertama dan abad kedua yang tidak boleh terpisahkan.
"Apalagi risorsis NU di Jatim luar biasa, mulai sejarah NU didirikan di Surabaya, Jawa Timur. Untuk itu Jatim menjadi pelopor pandangan ke depan yang luar biasa untuk NU ke depan dan menyiapkan abad kedua NU lebih dahsyat lagi," katanya.
Pewarta: Muhammad YazidEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026