Surabaya (ANTARA) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya menginisiasi laboratorium hidup di Kebun Raya Mangrove untuk penguatan riset, inovasi, dan pelestarian ekosistem pesisir.

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menyampaikan inisiasi tersebut usai melakukan peninjauan sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara ITS dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"ITS membidik KRM (Kebun Raya Mangrove) Surabaya sebagai laboratorium hidup bagi berbagai disiplin ilmu, mulai dari biologi hingga teknologi maritim," katanya di Surabaya, Jumat.

KRM Surabaya seluas 34 hektare di pesisir timur Kota Surabaya merupakan kawasan konservasi yang mengintegrasikan fungsi edukasi, riset, dan wisata. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis mangrove dan burung migran.

"Saat ini, beberapa petak lahan sudah digunakan oleh peneliti ITS untuk menguji sensor IoT (Internet of Things), serta mencari benih padi yang adaptif bagi lahan mangrove," ujar Rektor ke-13 ITS ini.

Ia menambahkan keterlibatan mahasiswa cukup besar dalam proyek tersebut, khususnya dari Departemen Biologi, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Departemen Arsitektur.

"Selain itu, Departemen PWK dan Arsitektur juga diharapkan dapat memberikan sumbangsih ide dalam menata kawasan agar lebih menarik bagi wisatawan," ujarnya.

ITS juga mengusulkan modernisasi transportasi sungai di kawasan mangrove untuk mengurangi polusi dari kapal berbahan bakar diesel yang berpotensi mengganggu habitat burung.

"Ke depan, kita bisa kembangkan kapal bertenaga surya (solar panel) dan motor listrik agar lebih senyap dan ramah lingkungan,” tambah Bambang.

Kepala BRIDA Kota Surabaya Dr Agus Imam Sonhaji menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap keunggulan ITS di bidang teknologi, maritim, serta energi baru terbarukan (EBT) dapat segera diterapkan.

Selain itu, pemberdayaan masyarakat pesisir melalui metode silvofishery atau wanamina juga dinilai berpotensi dikembangkan.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat fungsi KRM Surabaya sebagai pusat edukasi dan riset sekaligus mendorong ekonomi masyarakat pesisir.

Kerja sama tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek energi bersih, ekosistem laut, dan kemitraan.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026