Melalui interaksi dengan PT Valbury Asia Futures, mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara investasi yang sehat dengan spekulasi yang berisiko tinggi

Surabaya (ANTARA) - PT Valbury Asia Futures dan Jakarta Futures Exchange (JFX) menggandeng Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) mengembangkan edukasi perdagangan berjangka melalui Futures Trading Learning Program (FTLP) bagi mahasiswa.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) serta penyelenggaraan seminar di Kampus Ubaya Tenggilis, Kamis.

Dekan FBE Ubaya Prof. Dr. Putu Anom Mahadwartha menyebut pihaknya berperan sebagai jembatan strategis antara dunia akademik dan industri keuangan, dengan integrasi materi praktis dari para pelaku industri ke dalam ekosistem pembelajaran mahasiswa.

"Melalui interaksi dengan PT Valbury Asia Futures, mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara investasi yang sehat dengan spekulasi yang berisiko tinggi," katanya.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan bisa memiliki pandangan tajam mengenai standar profesionalisme di industri keuangan, sehingga mampu membawa kompetensi praktis yang siap pakai di dunia kerja.

Sementara itu, Branch Manager PT Valbury Asia Futures Semarang Ronald Chandra mengatakan kerja sama ini memberi keuntungan berupa akses edukasi pasar keuangan dan perdagangan berjangka secara praktis, termasuk pengalaman simulasi perdagangan (trading).

“Mahasiswa juga bisa magang ke dunia industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan meningkatkan literasi keuangan untuk siap berkarier, ujarnya.

Ia menambahkan implementasi kerja sama dilakukan berkelanjutan melalui pembentukan FTLP di lingkungan kampus serta program edukasi rutin seperti seminar, lokakarya (workshop), dan kelas trading bersama praktisi.

Selain penandatanganan MoU, kegiatan juga diisi seminar bertajuk “Introduction to the Futures Industry” yang menghadirkan Investment Research Analyst Miftah Faridh Nasir dan Direktur Utama Jakarta Futures Exchange Yazid Kanca Surya.

“Investasi bukanlah cara instan untuk memperoleh keuntungan, melainkan proses jangka panjang yang membutuhkan pemahaman, disiplin, serta pengelolaan risiko yang baik," ujar Yazid.

Mahasiswa diharapkan tidak terjebak pada tren atau fenomena fear of missing out (FOMO), melainkan mampu mengambil keputusan investasi berdasarkan literasi dan analisis yang tepat.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026