Pemprov Jatim (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat bijak menggunakan Liquified Petroleum Gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM) serta tidak melakukan pembelian berlebihan demi menjaga stabilitas pasokan energi daerah.
“Berdasarkan pemantauan kami bersama pihak terkait, stok LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi energi berjalan lancar, tepat sasaran, serta terhindar dari praktik spekulasi.
Menurut Khofifah, stabilitas pasokan LPG dan BBM menjadi prioritas Pemprov Jatim dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat, khususnya rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, hingga nelayan sebagai pengguna utama energi subsidi.
Oleh karena itu, pengawasan distribusi terus diperketat untuk memastikan penyaluran tetap merata dan tepat sasaran, serta mencegah penimbunan maupun permainan harga oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Pemprov Jatim juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) V Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jatimbalinus, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, serta Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI/Polri) melalui satuan tugas (satgas) pangan.
“Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan secara intensif. Kami ingin memastikan distribusi LPG berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan LPG, khususnya tabung 3 kilogram,” ujarnya.
Sebagai penguatan tata kelola distribusi, Pemprov Jatim menerbitkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Liquified Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Tim tersebut memiliki tugas strategis, antara lain melakukan sosialisasi, koordinasi dengan pemerintah daerah, pembinaan dan pengawasan distribusi, serta evaluasi penggunaan LPG subsidi agar tepat sasaran.
Selain itu, tim juga memonitor penggunaan LPG yang masih ditemukan pada sejumlah sektor usaha seperti hotel, restoran, kafe, binatu, jasa pengelasan, peternakan, hingga usaha tani tembakau, serta mendorong penggunaan LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram hingga 50 kilogram.
“Kami ingin memastikan bahwa distribusi LPG 3 kilogram ini tepat sasaran. Karena LPG subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan,” ujar Khofifah.
Sebelumnya, laporan kesulitan LPG 3 kilogram sempat terjadi di Kabupaten Banyuwangi, namun dipastikan bukan akibat kelangkaan stok, melainkan kendala distribusi yang kini telah tertangani.
Pemprov Jatim bersama Pertamina kemudian melakukan langkah cepat melalui penyaluran tambahan sebanyak 103.600 tabung selama Maret 2026 atau sekitar 163 persen dari penyaluran reguler.
“Bahkan jika ditambah penyaluran fakultatif, total distribusi mencapai 110.320 tabung atau setara 173,8 persen dari rata-rata normal,” tegasnya.
Selain Banyuwangi, laporan serupa juga muncul di Desa Tulung Rejo, Kabupaten Bojonegoro, yang langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan agen LPG penugasan pelayanan publik (PSO), pemerintah daerah, dan kepolisian.
“Dalam koordinasi tersebut, kami meminta agen untuk memprioritaskan penyaluran ke pangkalan yang stoknya menipis. Selain itu telah dilakukan penambahan suplai dengan alokasi fluktuatif pada tanggal 19 dan 22 Maret 2026. Untuk penyaluran LPG telah berjalan normal,” katanya.
Pemprov bersama Pertamina juga mengintensifkan komunikasi publik untuk mengklarifikasi informasi serta mengedukasi masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi dan tidak terpancing isu yang tidak tepat. Bagi masyarakat yang mampu, kami juga dorong untuk menggunakan LPG nonsubsidi agar subsidi tepat sasaran,” ucap Khofifah.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026