Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, merelokasi 41 pedagang Pasar Pojok, Kecamatan Ngantru, menyusul pembangunan gedung Polsek Ngantru di sebagian lahan pasar tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tulungagung Fajar Widariyanto, di Tulungagung, Jumat, mengatakan pembangunan Polsek Ngantru akan memanfaatkan sisi utara area pasar, sementara aktivitas perdagangan tetap berlangsung di sisi selatan.
"Lahan yang digunakan untuk pembangunan hanya di sisi utara, sedangkan sisi selatan tetap digunakan pedagang untuk berjualan," katanya.
Ia menjelaskan, terdapat 11 kios dan dua los yang terdampak langsung pembangunan tersebut, dengan total 41 pedagang yang harus direlokasi.
Pemkab Tulungagung menyiapkan tempat penampungan sementara (TPS) agar para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya selama proses pembangunan berlangsung.
Sebelumnya, relokasi sempat direncanakan ke Pasar Ngantru. Namun, pedagang menolak karena mempertimbangkan jarak lokasi.
"Kami sudah siapkan TPS karena pedagang keberatan jika dipindah ke Pasar Ngantru," ujarnya.
Fajar menambahkan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar untuk pembangunan TPS yang dijadwalkan mulai pertengahan April 2026.
"Dengan penyediaan TPS tersebut diharapkan aktivitas perdagangan di Pasar Pojok tetap berjalan tanpa mengganggu mata pencaharian pedagang," katanya.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026