Kediri (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Kediri, memfasilitasi pemberian vaksin polio atau Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) serta vaksin Meningitis Meningokokus (MM) untuk jamaah calon haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Supriyanto di Kediri, Kamis, mengatakan ada vaksin yang wajib dan harus diberikan kepada jamaah calon haji.

Dinkes menjadwalkan imunisasi MM dan IPV bagi jamaah calon haji. "Vaksinasi mulai hari ini. Nanti juga ada di tanggal 7, 8 April 2026. Jadi, lokasinya di puskesmas masing-masing," katanya.

Ia mengatakan lokasi pelaksanaan imunisasi bagi jamaah calon haji tersebar di sembilan puskesmas wilayah Kota Kediri. Jamaah calon haji dari Kota Kediri yang berangkat pada musim haji 2026, sebanyak 285 orang, sehingga untuk imunisasi dibagi di sembilan puskesmas tersebut.

Ia mencontohkan untuk Puskesmas Campurejo, Kota Kediri, ada 72 orang calon haji yang terdata mendapatkan imunisasi tersebut, sehingga saat imunisasi tinggal mencocokkan datanya.

Di puskesmas, kata dia, jamaah calon haji juga sudah terdata riwayat sakitnya, sehingga saat imunisasi akan dikonfirmasi ulang. Jika yang bersangkutan mengalami sakit, proses pemberian imunisasi akan dijadwalkan ulang.

Ia mengatakan sebelum imunisasi, jamaah calon haji juga dilakukan pengecekan kembali kesehatannya. Jika baik, mereka bisa langsung mendapatkan dua vaksinasi, yakni meningitis dan polio.

Selain itu, nantinya mereka juga mendapatkan vaksin COVID-19. Hal itu diutamakan adalah bagi jamaah calon haji yang belum pernah vaksin COVID-19 ataupun yang masih satu kali.

"Vaksin COVID-19 itu untuk jamaah calon haji yang belum pernah vaksin COVID-19 dan yang masih satu kali, sehingga diharapkan melengkapi," katanya.

Terkait dengan vaksin influenza bagi jamaah calon haji, Hendik mengatakan hal itu tidak wajib. Namun, Dinkes juga memfasilitasi bagi jamaah calon haji yang ingin mendapatkan vaksin tersebut bisa langsung ke rumah sakit.

"Kalau yang vaksin influenza itu tidak wajib, artinya jamaah boleh vaksin, boleh tidak. Vaksin nanti tetap kami fasilitasi, dan jamaah calon haji bisa ke rumah sakit. Teman-teman puskesmas bisa memfasilitasi. Yang jelas vaksin flu karena tidak wajib, Dinkes tidak menyediakan. Vaksinnya tetap ada, tapi di tempat lain bisa di rumah sakit," kata dia.

Salah seorang jamaah calon haji, Supriadi (64) berterima kasih dengan pemberian vaksin tersebut. Ia merasa vaksin itu membantu kesehatan bagi jamaah calon haji saat di Tanah Suci.

Ia berharap calon haji sudah mempersiapkan diri agar sehat saat menunaikan ibadah haji, di antaranya dengan latihan jalan kaki serta makan makanan bergizi.

"Kalau obat-obatan sebetulnya saya tidak punya riwayat sakit, tapi tetap membawa suplemen, vitamin, terus pelembap. Jadi, mengikuti petunjuk dari pemerintah. Saya juga lebih ke latihan jalan-jalan sekitar GOR Jayabaya Kota Kediri dan pola makan dijaga," kata warga Kota Kediri ini.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026