Surabaya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor Jawa Timur sepanjang Januari-Februari 2026 mengalami penurunan sebesar 0,54 persen dibandingkan periode sama 2025 yaitu dari 4,04 miliar dolar AS menjadi 4,02 miliar dolar AS.
“Ini disebabkan oleh penurunan ekspor nonmigas yang sebesar 0,04 persen yaitu dari 3,97 miliar dolar AS menjadi 3,96 miliar dolar AS,” kata Plt. Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.
Untuk ekspor migas juga turun sebesar 27,16 persen dari 75,46 juta dolar AS menjadi 54,96 juta dolar AS karena menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 40,80 persen menjadi 42,01 juta dolar AS dan ekspor gas yang turun 21,26 persen menjadi 0,03 juta dolar AS.
Dari sepuluh komoditas nilai ekspor nonmigas terbesar, penurunan terdalam terjadi pada tembaga (HS 74) sebesar 16,10 persen (yoy) menjadi 299,50 juta dolar AS dengan mayoritas diekspor ke Thailand mencapai 83,34 juta dolar AS serta perhiasan/permata (HS 71) turun 12,39 persen menjadi 483,83 juta dolar AS mayoritas diekspor ke Uni Emirat Arab mencapai 128,40 juta dolar AS.
Di sisi lain, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) mengalami peningkatan nilai ekspor terbesar yaitu sebesar 32,34 persen menjadi 441,32 juta dolar AS dengan mayoritas diekspor ke Tiongkok mencapai 214,03 juta dolar AS serta tembakau (HS 24) naik 15,39 persen.
Selanjutnya, diikuti komoditas olahan ikan, krustasea, dan moluska (HS 16) yang naik 11,60 persen menjadi 138,86 juta dolar AS yang mayoritas diekspor ke Amerika Serikat mencapai 63,31 juta dolar AS.
Selama periode Januari-Februari 2026, ekspor dari sepuluh golongan barang (HS 2 digit) di atas memberikan kontribusi 62,97 persen terhadap total ekspor nonmigas namun turun 0,66 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
"Itu karena sebagian besar komoditas ekspor utama Jawa Timur mengalami penurunan terutama komoditas perhiasan/permata (HS 71) dengan peranan terbesar," kata Herum.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026