Urbanisasi pasca Lebaran itu pasti terjadi. Banyak masyarakat ingin mencari peluang kerja di kota untuk pendapatan yang lebih baik.
Surabaya (ANTARA) - Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Fuad Benardi mengingatkan masyarakat di wilayah setempat untuk tidak melakukan urbanisasi tanpa bekal keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha wilayah perkotaan.
“Harapan kami, yang datang ke kota tidak sekadar coba-coba atau ikut-ikutan. Mereka harus punya skill dan kemampuan yang memang dibutuhkan oleh dunia usaha atau perusahaan,” kata Fuad dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Senin.
Ia menegaskan, persaingan kerja di perkotaan seperti Surabaya sangat ketat sehingga pendatang tanpa keahlian berisiko kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Menurut dia, urbanisasi yang tidak diantisipasi dengan baik justru berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru di perkotaan, dan menambah jumlah pengangguran.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Jawa Timur guna menekan laju urbanisasi, dimana ketimpangan ekonomi antardaerah masih menjadi faktor utama pendorong perpindahan penduduk ke kota besar.
“Harapannya, pemerataan ekonomi bisa terwujud di seluruh daerah di Jawa Timur. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota untuk mencari penghidupan,” tuturnya.
Dengan pemerataan tersebut, lanjut dia, daerah-daerah diharapkan mampu menciptakan peluang kerja bagi warganya sehingga urbanisasi dapat ditekan.
Sebagai informasi, pertumbuhan penduduk Surabaya tidak hanya berasal dari jumlah kelahiran, tetapi juga didorong arus urbanisasi, terutama setelah Idul Fitri yang berasal dari sejumlah wilayah seperti Madura, Tapal Kuda, Jawa Tengah hingga Indonesia Timur.
Kota Surabaya juga menjadi pusat kawasan metropolitan Gerbangkertosusila yang mencakup Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, dan Mojokerto dengan total populasi sekitar 9 hingga 10 juta jiwa.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026