Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan kedaruratan terhadap korban banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berjalan optimal demi memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat terdampak.

Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto di Pasuruan, Jumat, menyebut petugas dan relawan gabungan terus berusaha untuk mendistribusikan makanan bagi warga di sejumlah wilayah terdampak banjir terutama di Kecamatan Beji, dan Rejoso yang terdampak paling parah dalam banjir kali ini.

"Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti penyaluran makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan bantuan logistik lainnya dilaksanakan baik di pos pengungsian, maupun pengiriman menuju warga yang bertahan di lantai atas rumah masing-masing," kata Suharyanto.

Suharyanto mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yang sigap dalam penanganan kedaruratan, dengan membangun posko berlindung atau shelter kebencanaan untuk urusan logistik warga, yang diperkuat oleh kesadaran dan kesigapan warga dari tingkat desa hingga kecamatan dalam menanggapi kejadian tersebut.

Di sisi lain, dirinya menyebut banjir khususnya di Kecamatan Beji, membutuhkan penanganan serius mengingat beberapa lokasi permukiman warga di beberapa titik seperti di Desa Kedungringin, dan Kedungboto, memiliki elevasi tanah yang lebih rendah daripada muka air Sungai Wrati yang melintasi wilayah tersebut.

"Untuk saat ini, solusi jangka menengah yang dapat dilakukan adalah normalisasi Sungai Wrati yang memang kondisinya mengalami penyempitan lebar dan pendangkalan dasar sungai," kata Suharyanto.

Menurutnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, serta Pemkab Pasuruan akan segera melaksanakan rapat guna membahas solusi jangka panjang terhadap permasalahan tersebut.

Ia menilai, solusi jangka panjang yang dapat dibahas lebih lanjut di tingkat pusat termasuk kemungkinan relokasi permukiman hingga rekayasa aliran Sungai Wrati guna mencegah banjir kembali menggenangi rumah warga kembali di masa mendatang.

Sebagai informasi, banjir di Kabupaten Pasuruan terjadi sejak Selasa (24/3) malam usai wilayah tersebut diguyur hujan lebat selama beberapa jam yang mengakibatkan ribuan rumah warga di 11 kecamatan tergenang. Hingga Jumat, banjir masih menggenangi sejumlah titik terutama di Kecamatan Beji dan Rejoso.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026