Pemprov Jatim (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta bupati dan wali kota di wilayahnya mengantisipasi dampak ekonomi global, termasuk inflasi, distribusi energi, serta stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) melihat berkumpulnya bupati/wali kota di momen halal bihalal harus jadi kesempatan untuk kita produktif mengantisipasi kondisi global," kata Emil usai acara diskusi publik bertajuk "Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah Bersama Ibu Gubernur Jawa Timur dengan Bupati/Wali Kota" di Surabaya, Jatim, Rabu.

Ia mengatakan gejolak global, termasuk di Timur Tengah, berdampak pada jalur logistik dan biaya produksi yang mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"UMKM mulai mengeluhkan kenaikan harga plastik, bahan lainnya, pemerintah pusat berusaha menahan gejolak harga tetapi tentu kita harus juga antisipatif," ujarnya.

Menurut dia, hasil simulasi pemerintah pusat bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia (BI), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan dampak di Jawa Timur relatif lebih ringan dibanding daerah lain.

"Secara keseluruhan kita bersyukur simulasi Bappenas mengatakan bahwa dampak di Jawa Timur relatif tidak seberat simulasi di daerah lain," katanya.

Emil menegaskan capaian ekonomi Jawa Timur yang mencatat pertumbuhan di atas nasional serta surplus perdagangan internasional tidak boleh membuat daerah lengah.

"Tahun lalu kita sudah mencatatkan pertumbuhan di atas nasional salah satunya ekspor kita tumbuh 16 persen lebih dan kemudian impor kita turun 2,75 persen," ujarnya.

Ia menambahkan perlambatan perdagangan global tetap berpengaruh terhadap daerah karena kontribusi ekspor terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) cukup signifikan.

Selain itu, ia mengingatkan kepala daerah mengantisipasi spekulasi harga, penimbunan, dan panic buying di masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga.

"Tadi, instruksi yang diteruskan memang kita harus memastikan beberapa perangkat yang sudah tersedia selama ini seperti TPID untuk penggunaan inflasi itu harus lebih gercep (gerak cepat) lagi nih," ujarnya.

Terkait energi, Emil menyebut hasil koordinasi dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menunjukkan pasokan LPG masih stabil.

"Kami cek dengan Hiswana Migas karena mulai muncul di media harapan masyarakat atau kelarasan terkait LPG," katanya.

Namun demikian, ia menegaskan verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan distribusi.

"Kami cek ke Hiswana Migas, masih stabil suplainya," ujarnya.

Ia menambahkan inflasi yang sempat mencapai 4,64 persen menjadi peringatan agar tetap terkendali sesuai target nasional.

"Ini menjadi alarm kita harus betul-betul cermat jangan sampai inflasi ini tidak terkendali," kata Emil.



Pewarta: Willi Irawan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026